Ntvnews.id, Malang, Jawa Timur - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan mengurangi penggunaan api saat beraktivitas di kawasan hutan.
Raja Juli mengatakan kondisi kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Karena itu, masyarakat diminta ikut memperkuat upaya pemerintah dalam mencegah kebakaran.
"Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing (pembukaan lahan) terutama di luar Jawa," kata dia seusai meninjau proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Raja Juli, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman El Nino.
Baca Juga: Menhut Serahkan Penyelidikan Karhutla Gunung Bromo kepada Aparat Penegak Hukum
Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan di tingkat pusat juga telah menyatakan komitmen untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana alam, termasuk karhutla.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas dan kami telah dikumpulkan pada 28 Juli, berbagai kementerian, Panglima TNI, Kapolri, BMKG, BNPB. Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino dan memang Agustus sudah masuk puncaknya (kemarau)," ucapnya.
Untuk kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Raja Juli memastikan penanganan terus dilakukan secara menyeluruh agar api dapat segera dipadamkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penanganan karhutla di Bromo dilakukan dengan mengandalkan kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Baca Juga: Cegah Karhutla Berulang, Menhut Sebut Negara Siap Pasang Badan demi Keselamatan Warga
Emil menyebut salah satu lokasi yang menjadi fokus pemadaman berada di wilayah Pasuruan. Petugas melakukan water bombing menggunakan helikopter untuk menjangkau area tersebut.
"Ada satu titik tambahan lagi, jadi perluasan dari titik awal tetapi ada titik di penanjakan tadi juga fokus di water bombing, sekarang muncul lagi di daerah Pasuruan, Dingklik namanya," ujar dia.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dan melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026. (Antara)