Ntvnews.id, Riyadh - Kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi di kawasan Jazan, dekat pesisir Laut Merah. Serangan tersebut terjadi ketika ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat.Juru bicara Houthi Yahya Saree mengonfirmasi serangan tersebut pada Minggu, 9 Agustus 2026.
"[Houthi] berhasil menargetkan kilang Aramco di Jazan menggunakan pesawat nirawak (drone), dan serangan tersebut mengenai sasaran dengan tepat," kata Saree, dikutip dari AFP, Senin, 10 Agustus 2026.
Saree menjelaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas masuknya drone Arab Saudi ke wilayah bagian barat Yaman.
Di pihak lain, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi di kilang Jazan telah berhasil ditangani oleh tim tanggap darurat. Namun, pihak kementerian tidak menyampaikan penyebab kebakaran yang terjadi di fasilitas tersebut.
"Tim pemadam kebakaran keamanan industri Saudi Aramco telah memadamkan kebakaran yang terjadi pada dini hari ini, Minggu, di salah satu fasilitas kilang Saudi Aramco di Jazan, tanpa ada korban luka," demikian pernyataan Kementerian Energi Saudi.
Baca Juga: Menhut Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Api untuk Cegah Karhutla
Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan antara Houthi dan Arab Saudi semakin intensif. Houthi bahkan sebelumnya mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi di kawasan Laut Merah.
Pada hari yang sama, Houthi juga dilaporkan melancarkan serangan ke Pelabuhan Al Makha yang berada di wilayah Yaman yang dikuasai pemerintah.
Dua sumber dari kalangan militer pemerintah Yaman membenarkan adanya serangan Houthi terhadap Makha. Serangan tersebut disebut menggunakan kombinasi rudal dan drone.
Direktur pelabuhan setempat mengatakan sejumlah rudal diarahkan ke fasilitas sipil yang berada di kawasan tersebut.
Asap mengepul setelah serangan udara di Bandara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, pada 13 Juli 2026. Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi, Senin, 13 Juli 2026, mengatakan Arab Saudi melancarkan serangan udara di landasan pacu Bandara Internasi (Antara)
Serangan itu juga dirasakan oleh masyarakat setempat. Sejumlah warga Makha mengaku mendengar suara ledakan di sekitar lokasi.
"Enam ledakan berturut-turut," kata seorang saksi.
Hingga saat ini, Houthi belum menyampaikan pernyataan ataupun memberikan konfirmasi mengenai laporan serangan terhadap Pelabuhan Al Makha tersebut.
Ketegangan antara Houthi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Arab Saudi diketahui merupakan salah satu sekutu dekat Washington di kawasan Timur Tengah.
Houthi selama ini dikenal sebagai kelompok yang memiliki kedekatan dengan Iran. Sementara itu, pemerintah Yaman mendapatkan dukungan dari Arab Saudi untuk menghadapi kelompok tersebut setelah Houthi berhasil mengambil alih kekuasaan di sebagian wilayah Yaman pada 2014.
Houthi Yaman tangkap staf WFP PBB dan serbu kantor pusatnya di Sanaa. (ANTARA)