Elon Musk Tolak Permintaan Ukraina Gunakan Starlink untuk Serang Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
CEO Tesla Elon Musk. (Foto: Reuters) CEO Tesla Elon Musk. (Foto: Reuters)

Ntvnews.id, Washington D.C - Miliarder Amerika Serikat Elon Musk dilaporkan kembali menolak permintaan Ukraina untuk memanfaatkan layanan internet satelit Starlink dalam mendukung operasi drone yang menyasar wilayah jauh di dalam Rusia.

Dilansir dari The Atlantic, Senin, 10 Agustus 20265, mengutip dua orang yang disebut sebagai sekutu dekat mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mikhail Fedorov. Mereka mengatakan Musk masih tidak memberikan izin kepada Ukraina untuk menggunakan Starlink dalam mengarahkan serangan pesawat tanpa awak ke wilayah Rusia.

Fedorov dikenal sebagai salah satu pendukung kuat pemanfaatan kendaraan udara nirawak (UAV) dalam peperangan. Setelah diberhentikan dari jabatannya pada bulan lalu, ia disebut berupaya melakukan pendekatan kepada Musk melalui jalur informal untuk memperoleh dukungan.

Namun, hingga kini Musk disebut masih mempertahankan sikapnya dan belum memberikan persetujuan.

"Keputusan positif belum diambil," kata seorang sekutu Fedorov. Sekutu tersebut juga menyatakan Elon Musk masih berpegang pada pandangannya bahwa "sudah saatnya mencapai kesepakatan."

Sebelumnya, The Atlantic melaporkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat meminta Presiden AS Donald Trump untuk membantu memengaruhi Musk ketika melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada bulan lalu.

Musk diketahui merupakan salah satu sekutu dekat Trump. Namun, Trump disebut tidak memberikan komitmen khusus terkait permintaan Zelensky tersebut.

Baca Juga: Rusia Tuding Pentagon Gunakan Starlink untuk Intervensi Urusan Negara Lain

Elon Musk mulai memasok puluhan ribu terminal Starlink ke Ukraina tidak lama setelah perang dengan Rusia pecah pada Februari 2022. Layanan tersebut kemudian menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung komunikasi dan operasi militer Ukraina.

Namun, hubungan Musk dengan sejumlah pejabat Ukraina kemudian memburuk. Ia beberapa kali menyerukan agar Kyiv mengupayakan penyelesaian damai dengan Moskow. Musk juga memperingatkan bahwa perang berkepanjangan berpotensi berkembang menjadi "Perang Dunia III".

Pada 2023, Musk mengakui bahwa dirinya pernah menolak permintaan Ukraina untuk menggunakan jaringan Starlink dalam mendukung serangan terhadap Armada Laut Hitam Rusia dan pangkalan angkatan laut Rusia di Krimea.

"Jika kita menyetujui tuntutan itu, SpaceX akan secara langsung terlibat dalam tindakan perang dan secara serius meningkatkan konflik," jelas Musk saat itu.

Sikap Musk yang disebut masih bertahan hingga sekarang dinilai berpotensi menjadi hambatan tambahan bagi Ukraina, baik dalam menjalankan operasi militernya maupun dalam upaya diplomatik menghadapi Rusia.

Starlink/Ist Starlink/Ist

Tekanan terhadap kemampuan pertahanan Ukraina juga muncul dari kebijakan pemerintahan Trump. Pemerintah AS sebelumnya disebut menarik komitmen yang memungkinkan Ukraina memproduksi rudal pertahanan udara Patriot serta menolak permintaan Kyiv untuk mendapatkan tambahan rudal pencegat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama jajaran militernya pada pekan ini menyatakan bahwa Ukraina menghadapi kesulitan dalam membendung serangan Rusia terhadap Kyiv dan sejumlah kota lainnya.

Baca Juga: Akses Listrik dan Internet Terputus, TNI AU Kirim Genset dan Starlink ke Sumut

Musk sendiri telah lama menjadi figur kontroversial dalam isu penggunaan Starlink di Ukraina. Pada bulan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova bahkan mendesaknya menghentikan sepenuhnya layanan Starlink di Ukraina apabila Musk benar-benar ingin "orang-orang berhenti meninggal."

Di sisi lain, pemberhentian Fedorov secara mendadak oleh Zelensky juga memicu reaksi keras di Ukraina. Sejumlah demonstran dan aktivis ternama menyerukan agar mantan pejabat tersebut dikembalikan ke posisinya.

Setelah muncul berbagai kritik, Zelensky disebut terus melakukan perubahan terhadap jajaran militer senior. Salah satunya dengan mencopot Panglima Tertinggi Aleksandr Syrsky, yang diyakini memiliki perbedaan pandangan dengan Fedorov mengenai prioritas serta strategi militer.

TERKINI

Bigmo Diperiksa Polisi Hari Ini

Metro Senin, 10 Agu 2026 | 12:05 WIB

Inilah Sosok Gadis Purwodadi Grobogan Terima Mahar Rp3 M

Viral Senin, 10 Agu 2026 | 11:54 WIB

Sinyal Trump: AS Bakal Manfaatkan Krisis Ekonomi untuk Tekan Iran

Luar Negeri Senin, 10 Agu 2026 | 11:50 WIB

Kebakaran Hantam Rumah Warga di Jembatan Dua Jakut

Metro Senin, 10 Agu 2026 | 11:43 WIB

Iran Siapkan RUU Pembatasan Kapal AS dan Israel di Selat Hormuz

Luar Negeri Senin, 10 Agu 2026 | 11:40 WIB

Mojtaba Khamenei Muncul Perdana Bareng Presiden Iran

Luar Negeri Senin, 10 Agu 2026 | 11:39 WIB

Gedung Pertemuan Advent Kebakaran Pagi Ini

Metro Senin, 10 Agu 2026 | 11:31 WIB

Menlu Iran Tuntut AS Hentikan Pelanggaran Jika Ingin Berunding

Luar Negeri Senin, 10 Agu 2026 | 11:23 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close