Golkar Siapkan Strategi Baru Kaderisasi untuk Rangkul Generasi Muda di Pemilu 2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 10:12
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus (peci hitam, tengah) menghadiri pertemuan dengan Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK 57) di Bandongan, Jawa Tengah Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus (peci hitam, tengah) menghadiri pertemuan dengan Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK 57) di Bandongan, Jawa Tengah (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Partai Golkar menilai pola kaderisasi politik perlu diperbarui agar lebih sesuai dengan karakter komunikasi generasi Z dan milenial, terutama dalam menghadapi Pemilu 2029.

Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda berinteraksi, termasuk dalam memandang politik dan organisasi.

"Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis 'engagement'," kata Said Aldi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Said setelah mengikuti pertemuan dengan Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK 57) di Bandongan, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Said, perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi membuat organisasi politik perlu menyesuaikan metode perekrutan dan pembinaan kader. Generasi muda saat ini dinilai lebih banyak tertarik pada wadah yang berkaitan dengan hobi, profesi, komunitas, serta aktivitas sosial.

Baca juga: Idrus Marham Bantah Bahlil Menuju Pilpres 2029: Fokus Golkar Besar, Tambah Kursi, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Said yang juga menjabat Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengatakan salah satu pendekatan yang dapat diterapkan ialah memperbanyak konten politik melalui platform digital dengan penyampaian yang komunikatif, edukatif, dan mudah dipahami anak muda.

Ia juga mendorong agar ruang bagi generasi Z dan milenial untuk menyampaikan gagasan serta mengekspresikan pandangan politik diperluas. Dengan demikian, keterlibatan anak muda dalam aktivitas politik dan kebangsaan dapat semakin meningkat.

Di sisi lain, derasnya arus informasi di ruang digital juga dinilai menghadirkan tantangan tersendiri dalam memberikan pendidikan politik dan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan kepada generasi muda.

"Karena itu BMK 57 bersama OKP Karya Kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda," katanya.

Baca Juga: Golkar Jakarta Bahas E-Voting dan Tantangan Pancasila di Era Digital dalam Pengajian Ideologi Kebangsaan

Said menyebut pembenahan organisasi dan penguatan kaderisasi anak muda akan menjadi bagian dari konsolidasi Partai Golkar dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Bandongan, BMK 57 juga melaksanakan musyawarah besar. Forum tersebut menetapkan Rizki Maulana sebagai ketua baru menggantikan Kemas Ilham Akbar.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close