Ntvnews.id, Washington - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menilai penolakan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gaza sebagai persoalan besar. Menurut laporan Axios, sikap tersebut dipandang sebagai bagian dari kepentingan politik Netanyahu di Israel.
"Kami memahami kebutuhan politik Bibi. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih seperti dikutip Axios.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026, Netanyahu menyatakan Israel menolak rencana 15 poin yang disusun Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia juga menegaskan pasukan militer Israel tetap berada di wilayah tersebut hingga Hamas sepenuhnya dilucuti.
The New York Times melaporkan bahwa pejabat Hamas menilai Israel masih menjalin komunikasi dengan Dewan Perdamaian mengenai rencana untuk Gaza. Pejabat tersebut mengatakan Netanyahu telah berbicara melalui sambungan telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Sinyal Trump: AS Bakal Manfaatkan Krisis Ekonomi untuk Tekan Iran
Dalam komunikasi itu, Netanyahu disebut menyatakan kesediaannya untuk memberikan kesempatan terhadap rencana 15 poin tersebut, meskipun dirinya masih menyimpan keraguan.
Pejabat Hamas itu juga menyebut Netanyahu berkomitmen mengurangi serangan Israel ke Gaza sehingga tahapan demiliterisasi dapat dimulai.
Sebelumnya, pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye.
Gencatan senjata di Gaza mulai diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Dalam kesepakatan itu, pasukan Israel ditarik hingga ke wilayah yang disebut sebagai "garis kuning".
Baca Juga: Trump Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir
Meski demikian, Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza setelah proses penarikan pasukan tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)