Menteri LH: Kalau Bisa, Istilah Pemulung Diganti Jadi Pekerja Pemilah Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 13:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, JakartaMenteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengusulkan perubahan istilah pemulung menjadi pekerja pemilah sampah.

Menurutnya, perubahan penyebutan tersebut untuk memberikan penghargaan lebih layak kepada masyarakat yang selama ini berperan langsung dalam pengelolaan sampah.

Jumhur menilai pekerja pemilah sampah memiliki peran penting dalam rantai pengelolaan lingkungan. Mereka berada di garis depan dalam memilah berbagai jenis sampah sebelum masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.

"Di sini ada pemilah sampah, terima kasih kalau bisa Pak Profesor Yassieril, pemulung kita ganti dengan pekerja pemilah sampah," ucapnya saat memberikan sambutan pada acara deklarasi nasional peluncuran perlindungan sosial bagi sektor informal persampahan Indonesia, di RDF Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

Pemilah Sampah Disebut Punya Peran Penting

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (tengah) <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (tengah) (NTVNews.id/Adiansyah)

Ia berharap, bahwa istilah tersebut bisa ditetapkan secara resmi sehingga keberadaan para pekerja pemilah sampah semakin mendapat pengakuan.

"Dan mudah-mudahan itu bisa di-SK-kan nantinya ya, atau dilakukan sehingga mereka berjasa karena mereka di front depan gitu ya, pemilah," ungkapnya.

Menurut dia, pekerjaan memilah sampah merupakan tahapan paling dasar sekaligus penting dalam sistem pengelolaan sampah. Pekerja di bidang tersebut menjadi bagian awal dari proses sebelum sampah dibawa ke tempat pengolahan atau fasilitas pengelolaan lainnya.

"Dan itu ya paling dasar sebelum masuk ke tempat-tempat seperti ini. Jadi kita sebut green collar workers bagi mereka," tutup Mohammad Jumhur Hidayat.

x|close