Kematian Gajah Sumatera di Aceh Jadi Evaluasi Kemenhut untuk Restorasi Ekosistem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 14:50
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan pengarahan dalam acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan pengarahan dalam acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, JakartaKementerian Kehutanan (Kemenhut) menjadikan kematian seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di kawasan perkebunan kelapa sawit di Aceh sebagai bahan evaluasi pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem di Indonesia.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan hal tersebut saat berada di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Ia mengatakan laporan mengenai kematian gajah tersebut diterimanya langsung dari Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.

"Pagi hari ini saya di-WA Pak Hashim, ada gajah lagi meninggal, di kebun sawit di Aceh. Bagus juga untuk memperingati HKAN, ada sesuatu yang membuat kita menyadari something wrong with us, ada sesuatu yang salah dengan kita," kata Menhut.

Menurut Raja Juli, berbagai capaian dalam bidang konservasi tetap perlu diapresiasi. Namun, kematian satwa yang dilindungi di wilayah konsesi menunjukkan perlunya langkah serius dari seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan ekosistem hutan.

Baca JugaBalai TNTN Ungkap Penyebab Kematian Gajah Tari akibat Virus Herpes

Data publikasi Kemenhut sebelumnya mencatat sedikitnya enam ekor gajah mati sepanjang November 2025 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, dua ekor ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Tebo, Jambi.

Raja Juli menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Komitmen itu diperkuat melalui penerbitan Instruksi Presiden Nomor 8/2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.

Ia mengatakan agenda pemulihan ekosistem juga memperoleh dukungan dari Presiden, termasuk melalui komitmen Indonesia dalam pemulihan lahan kritis (degraded land) yang tersebar di sejumlah wilayah.

"Presiden komitmen melakukan restorasi ekosistem lahan kritis seluas 12 juta hektare, dimana 6,7 juta hektare berada di kawasan hutan. Lebih spesifik lagi, sekitar 1,27 juta hektare diantaranya berada di areal konservasi," kata dia.

Baca JugaPolda Riau Usut Kematian Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo

Sebelumnya, seekor Gajah Sumatera ditemukan mati di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling B Blok 34, Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Kepala Desa atau Datuk Penghulu Kaloy, Andi, mengatakan warga pertama kali menemukan bangkai gajah tersebut pada siang hari. Satwa itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di tengah jalan yang berada di antara tumpukan pohon kelapa sawit.

Peristiwa tersebut kini ditangani Tim Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close