Bangkitkan Inovasi Nasional, Kepala BRIN Tegaskan Hakteknas Sebagai Simbol Kepercayaan Diri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 16:19
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) di Jakarta, Senin (10/8/2026). Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) di Jakarta, Senin (10/8/2026). (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 merupakan momentum penting untuk membangkitkan rasa percaya diri bangsa di sektor riset dan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam pembukaan gelaran Indonesia Innovator Award di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meneladani momen bersejarah terbang perdananya pesawat N-250 Gatotkaca karya B.J. Habibie pada tahun 1995 silam.

"Tentu Hakteknas ini tidak hanya memperingati sejarah keberadaan Indonesia dalam teknologi, tetapi ini merupakan sebuah simbol kebangkitan kepercayaan diri bangsa dalam bidang teknologi. Hakteknas merupakan pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa kemajuan teknologi harus dapat bermuara pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat," ujar Arif.
Guna mempertegas komitmen tersebut, BRIN mengusung tema "Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur" pada peringatan tahun ini. Pemilihan tema ini menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan kekayaan sumber daya alam semata, melainkan penguasaan inovasi.
 
 
Dalam kesempatan tersebut, Arif mendorong reformasi cara pandang para periset dan akademisi tanah air. Para peneliti diminta tidak terjebak pada aktivitas research for research, melainkan berorientasi pada research for impact yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Kita harus mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi harus menjadi produk yang bermanfaat. Kebijakan yang tepat sasaran, serta solusi nyata bagi permasalahan bangsa," tegasnya.
Mengutip pesan Presiden, Arif mengingatkan bahwa penguasaan teknologi suatu bangsa akan menentukan kedaulatan dan martabatnya di panggung internasional.
 
Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional serta menyongsong Indonesia Emas 2045, BRIN telah menetapkan tiga langkah strategis:
 
  1. Penguatan UMKM: Menghadirkan inovasi untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing pelaku UMKM.
  2. Kemitraan Industri dan Danantara: Memperkuat daya saing industri nasional serta instansi investasi Danantara melalui riset terapan.
  3. Kolaborasi Global (Co-Development): Memfasilitasi kerja sama pengembangan teknologi maju bersama dunia internasional agar Indonesia terlibat aktif dalam rantai inovasi global.
Menutup keterangannya, Arif menegaskan bahwa spirit penerbangan N-250 merupakan bukti nyata keberanian bangsa untuk menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar konsumen.
"Semangat inilah yang harus terus kita bawa dan kita hidupkan di BRIN dan lembaga-lembaga riset di Indonesia, termasuk di berbagai perguruan tinggi," pungkasnya.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close