Polisi Lakukan Olah TKP di Sekolah yang Simpan 995 Senjata dan Narkoba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 22:12
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah temuan 995 airsoft gun dan narkoba di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 10 Agustus 2026. Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah temuan 995 airsoft gun dan narkoba di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 10 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sekolah tersebut menjadi lokasi temuan 995 pucuk senjata, termasuk airsoft gun, serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan narkotika.

Olah TKP dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 15.30 WIB, proses olah TKP masih berlangsung. Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Di tengah proses pemeriksaan kepolisian, pihak sekolah juga menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh selama satu pekan. Kebijakan itu berlaku mulai Senin, 10 Agustus 2026 hingga Jumat, 14 Agustus 2026.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso mengatakan pelaksanaan PJJ diberlakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para siswa selama pemeriksaan berlangsung.

"Sejak hari Senin ini sampai Jumat, 14 Agustus 2026," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso kepada wartawan di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Santoso menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Senin. Ia juga mengungkapkan jumlah peserta didik di sekolah swasta tersebut yang terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, serta TK.

"SD 356 (siswa), SMP 66, SMA 60. TK juga, tapi saya lupa data fix-nya," ujar Santoso.

Ia sekaligus memastikan sekolah tersebut tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak. Pernyataan itu disampaikan setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada pembina yayasan.

"Setelah saya konfirmasi ke pembina yayasan, menurut beliau tidak (ada) ekskul (ekstrakurikuler) tersebut," tutur Santoso.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta tersebut.

Ruangan yang disebut pernah digunakan oleh Kepala Yayasan berinisial IWD itu menyimpan berbagai barang. Selain 995 pucuk senjata, polisi menemukan amunisi, aksesori senjata, peralatan untuk membuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dan ganja.

Kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima polisi pada 15 Juli 2026. Setelah mengetahui adanya temuan tersebut, penyidik kemudian membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal perkara.

Hingga saat ini, proses olah TKP masih dilakukan untuk mengumpulkan dan memeriksa sejumlah barang bukti yang ditemukan di lingkungan sekolah.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close