Calon Senator Muslim AS Sindir Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 09:18
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Abdul El Sayed Abdul El Sayed (NBC)

Ntvnews.id, Washington D.C - Calon senator Muslim Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Abdul El Sayed, memberikan balasan bernada sindiran kepada Presiden Donald Trump setelah dirinya disebut sebagai tukang bual.

Sayed melontarkan pernyataan tersebut ketika diwawancarai James Mathhews di Sky News pada Jumat, 7 Agustus 2026.

"Setidaknya saya tak mengeluarkan kepunyaan saya [buang air besar]di tengah Ruang Oval," kata Sayed, dikutip dari Huffington Post, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut diduga berkaitan dengan lelucon yang beredar mengenai Trump, yang disebut-sebut buang air besar di celananya sendiri.

Dalam beberapa pekan terakhir, muncul berbagai klaim yang menyebut Trump terlalu sering buang air besar hingga aroma tidak sedapnya dikatakan dapat tercium dari jarak tertentu dan membuat orang-orang meninggalkan ruangan.

Candaan itu oleh sebagian pihak ditafsirkan sebagai sindiran terhadap kebiasaan Trump yang kerap meminta awak media keluar dari Ruang Oval.

Baca Juga: Abdul El Sayed Bakal Jadi Senator Muslim Pertama AS

Komentar Sayed disampaikan setelah Trump lebih dulu melontarkan kritik keras terhadap politikus Demokrat tersebut. Trump bahkan menyebut Sayed sebagai seorang komunis dan tukang bual.

"Mereka ingin kembali ke titik terendah. itulah komunisme. Mereka ingin negara ini menjadi negara komunis," kata Trump.

Trump kemudian melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan, "Kami tidak akan membiarkan mereka mewujudkannya sebagai negara komunis. Bahkan untuk sesaat pun tidak."

Serangan verbal Trump terhadap Sayed muncul setelah politikus Demokrat tersebut memenangkan pemilihan pendahuluan atau primary election Partai Demokrat di Michigan.

Dalam pemilihan tersebut, Sayed berhasil mengungguli pesaingnya dari kubu moderat, Haley Stevens. Kemenangan itu diraih dengan selisih suara kurang dari satu persen.

Trump dan sejumlah politikus dari Partai Republik belakangan semakin sering menggunakan istilah "komunis" untuk menyebut politikus Demokrat menjelang pelaksanaan pemilihan sela di Amerika Serikat.

TERKINI

Peringatan PBB: Perang Besar di Yaman Bisa Meletus

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 10:00 WIB

Geger Dikira Jasad Korban Pembunuhan Ternyata Boneka Seks

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:55 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Jalani Operasi Hernia di Rumah Sakit

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:45 WIB

Suriah Ambil Alih Pengelolaan Pangkalan Militer Rusia

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:27 WIB

Istri Netanyahu Suka Teriak-teriak hingga Hina ART

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:20 WIB

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:19 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close