Kata Trump Soal Penolakan PM Israel Netanyahu dalam Rencana Damai Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washinton D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan singkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak 15 poin proposal perdamaian Jalur Gaza yang dirancang oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Saat mendapat pertanyaan dari awak media di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa relasinya dengan Netanyahu tetap "sangat baik", meskipun Perdana Menteri Israel tersebut secara terbuka menyatakan keberatan terhadap proposal itu.

"Hubungannya sangat baik," ujar Trump singkat, dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 11 Agustus 2026.

Sebelumnya, Netanyahu secara terbuka menyampaikan penolakannya terhadap rencana yang dirumuskan Dewan Perdamaian untuk Gaza. Proposal tersebut antara lain menyerukan agar Israel mulai menarik pasukannya bersamaan dengan proses pelucutan senjata kelompok Hamas.

Berdasarkan hasil jajak pendapat, proposal mengenai Gaza tersebut mendapat kritik dari basis pendukung Netanyahu yang berasal dari kelompok sayap kanan. Sejumlah anggota kabinet yang berhaluan sayap kanan ekstrem bahkan telah meminta Netanyahu agar membatalkan rencana tersebut.

Sebelumnya, pada akhir Juli, Trump mengumumkan adanya perkembangan signifikan dalam kerangka gencatan senjata di Gaza yang diprakarsai oleh pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga: Netanyahu Tolak Rencana Board of Peace Gaza, Israel Tak Akan Tarik Pasukan

Trump mengatakan Hamas bersama kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza telah menerima proposal bertahap. Dalam skema tersebut, kelompok-kelompok bersenjata akan menyerahkan persenjataan mereka kepada badan pemerintahan Palestina yang baru dibentuk.

Pada saat yang sama, Israel juga diwajibkan menarik pasukannya secara bertahap seiring dengan pelaksanaan pelucutan senjata Hamas. Skema tersebut dirancang untuk mengakhiri konflik dan agresi yang berlangsung sejak Oktober 2023.

Ketika rancangan tersebut pertama kali dipublikasikan BoP pada 31 Juli, Netanyahu tidak langsung memberikan respons selama beberapa hari. Ia kemudian mengakui bahwa pemerintahan Trump telah mengirimkan draf proposal tersebut sekaligus menyampaikan ketidaksetujuannya.

"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun, sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," ujar Netanyahu pada Minggu.

Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) <b>(Antara)</b> Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Netanyahu juga menegaskan "tidak akan ada negara Palestina yang berdiri" selama dirinya masih menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Israel.

Sikap penolakan Netanyahu terhadap proposal tersebut secara terbuka dinilai menunjukkan semakin lebarnya perbedaan kebijakan antara pemerintah Amerika Serikat dan Israel, khususnya terkait penyelesaian konflik di Gaza.

Meski mendapatkan penolakan dari Netanyahu, seorang pejabat BoP menegaskan bahwa proposal perdamaian tersebut masih tetap berlaku dan prosesnya terus berjalan.

"Proses ini didasarkan pada pelaksanaan dan verifikasi di lapangan. Diskusi dengan Israel terus berlanjut, dan kerangka kerjanya dirancang sedemikian rupa sehingga setiap tahapan baru akan berlanjut setelah komitmen yang disyaratkan terpenuhi," kata dia.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close