Malaysia Pimpin Pariwisata ASEAN, Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Gedung-gedung pencakar langit terlihat di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia (3/9/2024). (ANTARA/Virna P Setyorini/aa.) Arsip - Gedung-gedung pencakar langit terlihat di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia (3/9/2024). (ANTARA/Virna P Setyorini/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Malaysia masih menjadi negara di Asia Tenggara yang paling banyak menarik wisatawan mancanegara sepanjang paruh pertama 2026. Selama Januari hingga Juni 2026, Negeri Jiran tersebut mencatat 21,12 juta kunjungan wisatawan internasional.

Berdasarkan data statistik biro pariwisata Malaysia, angka itu mengalami pertumbuhan 2,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi pada 2019, jumlah kunjungan tersebut bahkan meningkat 17,7 persen.

Pencapaian tersebut membuat Malaysia dinilai masih berada di jalur yang sesuai untuk memenuhi sasaran kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan untuk sepanjang 2026.

Thailand menempati urutan berikutnya dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang berada di kisaran 17,36 juta hingga 18,5 juta orang selama enam bulan pertama tahun ini.

Di sisi lain, Vietnam mencatat perkembangan yang cukup signifikan. Negara tersebut berhasil mendatangkan 12,3 juta wisatawan mancanegara pada semester pertama 2026. Jumlah itu meningkat 14,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, Vietnam kembali melampaui Indonesia dalam jumlah kedatangan turis asing di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia sendiri menerima 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 5,71 persen dibandingkan capaian pada semester pertama 2025.

Sementara itu, Singapura berada di atas Indonesia dengan total 8,19 juta wisatawan internasional sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Kendati jumlahnya masih lebih besar daripada Indonesia, kunjungan wisatawan ke Singapura justru mengalami penurunan 1,7 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya kunjungan dari sejumlah pasar utama, termasuk Indonesia dan India.

Baca Juga: Wisata Bromo Ditutup Imbas Kebakaran, Pengunjung Bisa Full Refund Tiket

Filipina juga mencatat pertumbuhan positif. Negara tersebut menerima sekitar 2,96 juta hingga 3,16 juta wisatawan internasional selama semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 5,4 persen hingga 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Filipina pun optimistis dapat mencapai sasaran kunjungan wisatawan sebanyak 6,7 juta orang sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan juga terjadi di Laos. Negara tersebut menerima hampir 2,6 juta wisatawan asing dalam enam bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berbeda dengan tren positif di sejumlah negara ASEAN, Kamboja justru mengalami penurunan signifikan. Kunjungan wisatawan internasional ke negara tersebut hanya mencapai sekitar 1,75 juta orang, atau turun 47,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Myanmar mencatat jumlah kunjungan yang jauh lebih rendah. Sepanjang Januari-Juni 2026, negara tersebut menerima 530.973 wisatawan mancanegara.

Adapun Brunei Darussalam membukukan hampir 400 ribu kunjungan wisatawan pada paruh pertama 2026. Jumlah itu meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika negara tersebut mencatat sekitar 370 ribu kunjungan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa persaingan industri pariwisata di Asia Tenggara semakin kompetitif. Malaysia dan Thailand masih menjadi dua negara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbesar, sedangkan Vietnam terus memperlihatkan perkembangan pesat dan mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di kawasan.

Indonesia memang berhasil mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan asing, tetapi peningkatan tersebut masih perlu diikuti dengan penguatan daya saing sektor pariwisata. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia mampu mengejar negara-negara tetangga yang mencatat pertumbuhan kunjungan lebih tinggi.

TERKINI

Suriah Ambil Alih Pengelolaan Pangkalan Militer Rusia

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:27 WIB

Istri Netanyahu Suka Teriak-teriak hingga Hina ART

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:20 WIB

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:19 WIB

Calon Senator Muslim AS Sindir Trump

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:18 WIB

Hujan Deras Berhari-hari di Filipina, 16 Orang Tewas

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:10 WIB

Israel Tutup Desa Kristen di Tepi Barat Palestina

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:05 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close