DNA Jadi Petunjuk Polisi Telusuri Orang yang Berkaitan dengan Ruang Senjata di Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 12:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ruang eks Ketua Pengurus Yayasan yang menjadi tempat penyimpanan senjata di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Ruang eks Ketua Pengurus Yayasan yang menjadi tempat penyimpanan senjata di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian menggunakan pemeriksaan DNA untuk menelusuri pihak yang pernah berada atau melakukan kontak dengan tiga ruangan yang diduga berkaitan dengan penyimpanan senjata di sebuah sekolah di Jakarta Selatan.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech mengatakan seluruh sampel DNA dari ketiga ruangan tersebut telah dikumpulkan untuk mengetahui siapa saja yang pernah berada di lokasi.

"DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut," kata Alpino di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Adapun tiga ruangan yang diperiksa meliputi ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, serta ruangan Sarana Prasarana yayasan sekolah.

Menurut Alpino, pengambilan sampel tersebut merupakan bagian dari penyelidikan untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah memasuki ruangan yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata.

Selain itu, Alpino meluruskan informasi mengenai penyebutan salah satu lokasi sebagai bunker. Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya merupakan basement yang terhubung dengan ruangan lain.

Baca juga: Polisi Lakukan Olah TKP di Sekolah yang Simpan 995 Senjata dan Narkoba

"Sebetulnya itu bukan bunker, sebetulnya itu basement yang terconnecting dengan ruangan. Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek," ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan di bagian basement untuk memastikan tidak terdapat barang atau temuan lain. Namun, polisi tidak menemukan barang tambahan di lokasi yang sebelumnya disebut sebagai bunker tersebut.

Petugas turut mengecek keberadaan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan kamera CCTV di area yang diperiksa.

Setelah rangkaian pemeriksaan dan olah TKP selesai, pihak yayasan diperbolehkan kembali menggunakan area sekolah untuk beraktivitas karena lokasi telah dinyatakan steril.

"Tadi kami sudah konfirmasi kepada pelaksana tugas (Plt) Ketua Pengurus dan juga kuasa hukumnya, dari pihak yayasan menyatakan sudah cukup dan mereka sudah bisa melakukan aktivitasnya lagi," kata dia.

Baca Juga: Temuan 995 Senjata, Sekolah di Pondok Pinang Terapkan PJJ Selama Sepekan

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri membawa 30 item dari hasil olah TKP di sekolah yang berada di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan temuan senjata airsoft gun di lokasi.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close