Alasan Sudaryono Larang Siswa Bawa Pulang MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 10:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sudaryono Sudaryono (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta siswa tidak membawa pulang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan keamanan pangan.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, MBG sebaiknya dikonsumsi sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Setelah makanan dibawa keluar dari lingkungan sekolah, kondisi penyimpanannya tidak lagi berada dalam pengawasan penyelenggara program.

"Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," katanya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Sudaryono, salah satu alasan utama larangan membawa pulang makanan MBG adalah adanya risiko perubahan kualitas makanan selama berada di rumah.

BGN tidak dapat memastikan bagaimana makanan tersebut disimpan setelah dibawa pulang, termasuk kondisi tempat penyimpanan dan waktu makanan kembali dikonsumsi.

Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko makanan mengalami kerusakan sehingga berpotensi membahayakan orang yang mengonsumsinya.

"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," ungkapnya.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Minta Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG

Kepala BGN, Sudaryono <b>(Humas BGN)</b> Kepala BGN, Sudaryono (Humas BGN)

Sudaryono mengungkapkan, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan selama pelaksanaan MBG, terdapat orang tua siswa yang juga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibawa pulang.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan BGN meminta makanan MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa keluar dari sekolah.

"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ujarnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian BGN karena makanan MBG tidak hanya dikonsumsi oleh penerima manfaat yang telah ditentukan, tetapi berpotensi ikut disantap anggota keluarga apabila dibawa pulang.

Untuk mencegah risiko tersebut, BGN meminta sekolah dan tenaga pendidik ikut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tata cara konsumsi makanan MBG.

Guru diharapkan mengingatkan peserta didik agar makanan dikonsumsi sesuai waktu dan tempat yang telah ditetapkan. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari pengawasan keamanan pangan di tingkat sekolah.

BGN menilai keamanan makanan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak berhenti ketika makanan tiba di sekolah. Cara penyimpanan dan waktu konsumsi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas makanan.

"Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi," tutup Sudaryono.

TERKINI

37 Rumah Terbakar di Kandea Makassar

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 10:35 WIB

Alasan Sudaryono Larang Siswa Bawa Pulang MBG

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 10:05 WIB

Peringatan PBB: Perang Besar di Yaman Bisa Meletus

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 10:00 WIB

Geger Dikira Jasad Korban Pembunuhan Ternyata Boneka Seks

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:55 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Jalani Operasi Hernia di Rumah Sakit

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:45 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close