Ntvnews.id,Tokyo - Kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, terus didata. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, pemerintah setempat mencatat sekitar 21.800 rumah mengalami kerusakan, baik sebagian maupun seluruhnya.
Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut masih berdampak terhadap kehidupan warga. Sekitar 34.000 rumah tangga dilaporkan belum mendapatkan pasokan air secara memadai.
Sementara itu, sebanyak 6.100 warga masih bertahan di 97 lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.
Baca Juga: Penampakan Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 1.600 Bangunan Rusak dan 61 Runtuh Total
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan jumlah kerusakan tersebut masih dapat berubah. Hal itu karena proses pemeriksaan terhadap bangunan yang terdampak gempa hingga kini masih dilakukan.
Gempa utama terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, di wilayah lepas pantai Kumamoto dengan kekuatan magnitudo 7,1. Guncangan tersebut kemudian memicu peringatan tsunami di Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro.
Kurang dari satu jam setelah gempa utama, gempa susulan dengan magnitudo 6,1 kembali mengguncang wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru, bencana tersebut telah menyebabkan 39 orang meninggal dunia.
(Sumber: Antara)
Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan pada Selasa, 28 Juli 2026 (Antara)