Tegaskan Kendali di Selat Hormuz, Trump Isyaratkan Potensi Serangan Militer Besar-besaran ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 14:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa opsi pengerahan kekuatan militer dalam skala besar masih terbuka lebar terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Senin, 10 Agustus 2026.

Ketika didesak mengenai langkah konkret Washington setelah putaran perundingan terbaru yang sebelumnya sempat disinggung sebagai "kesempatan terakhir" bagi Teheran Trump memilih untuk tidak membeberkan secara rinci skenario berikutnya.

“Anda akan mengetahuinya,” ujar Trump singkat merespons pertanyaan wartawan terkait arah kebijakan AS selanjutnya.

Kendati demikian, Trump secara gamblang mengonfirmasi bahwa potensi peningkatan konfrontasi militer tetap berada di dalam radar pertimbangannya jika situasi dinilai membutuhkan langkah tegas.
 

“Ya, kami memiliki kemampuan tertentu jika kami ingin melakukannya,” tegas Trump.
 
“Ya, Anda akan mengetahuinya," tambahnya.

Selain melontarkan sinyal gertakan militer, Trump turut mempertegas tuntutan finansial terhadap Teheran atas rekam jejak insiden dan penyerangan yang ditudingkan kepada Iran selama lima dekade terakhir.

“Jika ada kerusakan yang harus dibayar, saya pikir Iran harus membayar kerusakan tersebut,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Trump membeberkan kondisi terkini di jalur perdagangan strategis Selat Hormuz. Ia mengklaim bahwa koridor perairan internasional tersebut saat ini berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Amerika Serikat.

“Ya, sekarang terbuka. Satu-satunya pihak yang mengendalikan Selat Hormuz saat megar berada di bawah pengawasan ketat. Kami memiliki blokade yang tidak dapat ditembus. Ini seperti tembok baja, dan kami membiarkan orang-orang yang ingin kami izinkan masuk, dan orang-orang tersebut masuk, dan mereka telah masuk dan keluar, sehingga sebenarnya sekarang terbuka," kata Trump.
 

Sistem pemblokiran kapal tersebut diterapkan secara selektif, di mana akses lalu lintas pelayaran yang menuju wilayah Iran ditutup rapat oleh armada AS.

"Kami tidak membiarkan mereka masuk ke Iran. Mereka tidak diizinkan masuk ke selat untuk menuju Iran, tetapi sekarang selat tersebut terbuka bagi pihak lainnya,” ujar Trump melanjutkan.

Meski mengakui adanya celah gangguan dari pihak Iran yang dapat sewaktu-waktu meletakkan ranjau laut di jalur pelayaran, Trump mengklaim bahwa pasukan militer AS telah mengantisipasi serta membersihkan ancaman ranjau di sepanjang selat.

“Anda tahu, kami telah membersihkan ranjau di seluruh selat tersebut, seperti yang mungkin sudah Anda dengar, mungkin juga belum. Namun, kami mengendalikan selat tersebut 100 persen. Sekarang, apakah mereka bisa membuat masalah? Ya, mereka bisa membuat masalah, tetapi mereka bangkrut. Mereka tidak punya uang,” tutur Trump.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close