Picu Kontroversi, Israel Tahan 1.700 Jenazah Palestina Sebagai Alat Kompromi Pertukaran Tawanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 14:29
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Warga Palestina berlarian saat asap membubung di tengah puing-puing dan kehancuran di Kawasan Industri Jalan Al-Sinaa, sebelah barat Kota Gaza, (12/7/2026). Ilustrasi - Warga Palestina berlarian saat asap membubung di tengah puing-puing dan kehancuran di Kawasan Industri Jalan Al-Sinaa, sebelah barat Kota Gaza, (12/7/2026). (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Laporan media Israel, Haaretz, Selasa, 11 Agustus 2026, menyebutkan bahwa pihak keamanan Israel menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina. Penahanan puluhan ratus jenazah tersebut ditujukan sebagai posisi tawar atau alat kompromi untuk skenario pertukaran tawanan di masa mendatang, meskipun saat ini sudah tidak ada lagi tawanan Israel yang berada di tangan Hamas.

Berdasarkan laporan dua sumber anonim dalam diskusi internal aparat keamanan, Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet), David Zini, mendukung penuh penahanan jenazah ini sebagai langkah antisipasi bila terdapat warga Israel yang ditawan atau hilang di kemudian hari. Sikap Shin Bet ini juga mendapat sokongan dari jajaran pimpinan militer Israel.

Surat kabar tersebut merinci bahwa mayoritas jenazah yang ditahan merupakan warga Palestina asal Jalur Gaza yang dituduh terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 maupun serangkaian pertempuran bersenjata setelahnya. Meski demikian, laporan itu turut mengonfirmasi keberadaan sejumlah jenazah warga sipil Palestina yang sama sekali tidak terlibat dalam aksi pertempuran.
 

Sikap militer ini memicu perdebatan sengit dari kalangan ahli hukum yang mengkritik kewenangan Israel terkait penahanan jenazah warga sipil. Para narasumber hukum menegaskan bahwa Israel tidak memiliki landasan legal untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat konflik bersenjata, kecuali jika terdapat penetapan kebijakan resmi terlebih dahulu dari otoritas keamanan tertinggi.

Persoalan ini menambah panjang daftar klaim penahanan jenazah oleh pihak Israel. Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang sempat melaporkan bahwa sedikitnya 1.500 jenazah warga Palestina asal Gaza ditahan di fasilitas militer Sde Teiman, yang berlokasi di wilayah selatan Israel.

Kondisi di lapangan sendiri masih diwarnai eskalasi aksi militer. Meski kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, gempuran militer Israel di berbagai area Jalur Gaza dilaporkan masih terus berlanjut. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, aksi serangan susulan tersebut telah merenggut sedikitnya 1.258 jiwa warga Palestina dan menyebabkan 4.139 orang lainnya luka-luka.
 

Secara kumulatif sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, operasi militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina serta melukai lebih dari 174.000 orang. Agresi panjang ini memicu kehancuran dahsyat yang melumpuhkan hingga 90 persen infrastruktur di seluruh kawasan Jalur Gaza.
 
(Sumber: Antara)
 

TERKINI

Pemerintah Kolombia Tetapkan Bencana Nasional Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 15:20 WIB

Rudy Tanoe Hadiri Pemeriksaan KPK

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 15:16 WIB

Audy Item Keguguran Anak Ketiga

Viral Selasa, 11 Agu 2026 | 15:15 WIB

Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622,09 Miliar

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 15:15 WIB

Pramono: Pengguna Transportasi Umum Meningkat

Metro Selasa, 11 Agu 2026 | 15:12 WIB

Hotman Paris Bantah Beri Kuasa ke Firdaus Oiwobo

Viral Selasa, 11 Agu 2026 | 15:00 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close