Korsel Siapkan 1.400 Lebih Peralatan Medis untuk Korea Utara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 09:39
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Bendera Korea Selatan Bendera Korea Selatan (pixabay.com )

Ntvnews.id, Seoul - Korea Selatan tengah menyiapkan pengiriman lebih dari 1.400 peralatan medis ke Korea Utara sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan di sektor kesehatan. Salah satu peralatan yang akan dikirim adalah defibrilator eksternal otomatis.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 21 September 2026, Kementerian Unifikasi Korea Selatan telah menyusun daftar sebanyak 1.431 peralatan medis dalam 166 kategori. Bantuan tersebut ditujukan untuk sebuah rumah sakit yang berada di Pyongyang.

Berdasarkan dokumen pemerintah yang dikutip kantor berita Yonhap, berbagai peralatan itu diperlukan untuk menunjang proses diagnosis, tindakan operasi, hingga perawatan pasien.

Total nilai peralatan medis yang disiapkan tersebut diperkirakan mencapai USD6,75 juta. Daftar bantuan mencakup perangkat diagnostik seperti mesin sinar-X, stetoskop, serta alat pengukur tekanan darah.

Selain itu, Korea Selatan juga berencana mengirim meja operasi dan beragam perlengkapan yang dibutuhkan untuk prosedur bedah serta perawatan medis.

Kementerian Unifikasi menyatakan rencana pengiriman tersebut masih harus melalui pembahasan dengan pihak Korea Utara. Karena itu, daftar maupun jenis peralatan yang akan dikirim masih dapat mengalami perubahan.

Baca Juga: Min Sok Chon: Restoran Korea Milik Inul Daratista yang Padukan Kuliner-Hiburan

Sementara itu, belum dapat dipastikan apakah Pyongyang akan menerima bantuan medis tersebut. Hubungan antara kedua Korea yang semakin memburuk membuat pertukaran serta jalur komunikasi dan dialog antar-Korea hampir sepenuhnya terhenti.

Pada Mei 2026, Seoul telah mendapatkan pengecualian dari sanksi melalui komite Dewan Keamanan PBB yang menangani sanksi terhadap Korea Utara. Pengecualian tersebut diberikan untuk memungkinkan pengiriman peralatan medis.

Rencana bantuan itu mendapat sorotan dari sejumlah anggota parlemen Korea Selatan di Majelis Nasional. Mereka mengkhawatirkan peralatan medis yang dikirim dapat dialihkan untuk mendukung produksi senjata biokimia atau dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kelemahan pada sistem persenjataan Korea Utara.

Menteri Unifikasi Chung Dong-young membantah kekhawatiran tersebut. Menurutnya, bantuan medis yang bersifat kemanusiaan tidak seharusnya dikaitkan dengan kebijakan militer Korea Utara.

Chung juga menilai kondisi layanan dan fasilitas medis di Korea Utara cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya bantuan tersebut segera disalurkan.

x|close