SBY Absen Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana karena Sedang Periksa Kesehatan di AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 16:06
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan tidak menghadiri sejumlah agenda peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI karena sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman mengatakan pemeriksaan kesehatan SBY diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di kompleks parlemen maupun Upacara HUT Ke-81 RI yang akan digelar di Istana Merdeka.

"Beliau lagi check up di Amerika (AS), sampai akhir bulan," kata Benny di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Sementara itu, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI yang dijadwalkan berlangsung di kompleks parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca Juga: Momen Prabowo, SBY, dan Jokowi Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir di Jakarta

Sejumlah tokoh nasional turut diundang dalam agenda tersebut, termasuk para mantan presiden dan wakil presiden serta tokoh politik lainnya.

Pimpinan DPD RI sebelumnya telah mendatangi kediaman Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla untuk menyerahkan undangan. Jusuf Kalla menyatakan kesediaannya untuk menghadiri acara tersebut.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno sebelumnya mengatakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI akan diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan waktu pelaksanaan yang dimajukan.

Menurut Eddy, secara umum rangkaian agenda sidang tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, waktu pelaksanaan dimajukan agar tidak berdekatan dengan pelaksanaan ibadah shalat Jumat.

"Kita tidak bisa melaksanakan itu di hari-hari sebelumnya karena memang batasannya kan tiga hari dari tanggal 17 maksimalnya. Jadi memang tanggal 14 itu yang paling ideal," kata Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close