NTVNews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tren urbanisasi yang terus berkembang di Indonesia. Menurutnya, ke depan sekitar 70 persen penduduk akan tinggal, bekerja, membangun usaha, hingga membentuk keluarga di perkotaan.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan Upacara dalam acara Jakarta Asset Forum & Expo 2026 di Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026.
AHY mengatakan, fenomena perpindahan dan pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan merupakan bagian dari tren global. Oleh karena itu, tantangan utama pemerintah bukan lagi sekadar menghentikan urbanisasi, namun memastikan kota-kota besar memiliki kapasitas yang mampu menampung pertumbuhan penduduk.
“Bahwa Indonesia sebagai negara yang populasinya besar dan mengikuti tren dunia bahwa semakin hari menuju 70% penduduk akan hidup, bekerja, membangun usaha, dan keluarga di kota-kota besar,” katanya.
Kota Besar Harus Siap Hadapi Lonjakan Penduduk
AHY dan Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
AHY memahami kesiapan kota-kota di Indonesia dalam melihat meningkatnya jumlah penduduk perkotaan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan infrastruktur, sumber daya, hingga sistem logistik yang mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di kota besar, maka kebutuhan terhadap perumahan, transportasi, air bersih, energi, layanan publik, dan fasilitas sosial juga akan meningkat.
Oleh karena itu, AHY menilai pembangunan perkotaan membutuhkan kepemimpinan dan tata kelola yang kuat. Ia optimistis, Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dapat menjadi contoh bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Dan saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, Jakarta bukan hanya siap, tapi bisa menjadi model yang ideal bagi kota-kota besar di tempat lainnya,” katanya.
Selain persoalan urbanisasi, AHY menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keinginan lingkungan.
Menurutnya, Indonesia tetap harus mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi agar dapat meningkatkan statusnya menjadi negara berpendapatan tinggi dan keluar dari jebakan middle income trap . Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan.
AHY mengingatkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dapat memicu kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana. Kondisi tersebut pada akhirnya justru dapat menjadi ancaman bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, prinsip kemakmuran dan keberlanjutan harus berjalan beriringan dalam pembangunan Indonesia.
AHY (NTVNews.id/Adiansyah)