NTVNews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan pelayanan, pengawasan, monitoring, serta kolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengatakan aspek keamanan makanan merupakan prinsip yang tak bisa ditawar dalam pelaksanaan MBG. Program pemenuhan gizi bagi masyarakat harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.
"MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi," tegas Sudaryono, yang juga akrab disapa Mas Dar tersebut, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, BGN terus meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya risiko keamanan pangan. Pengawasan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari penyelenggara program hingga sekolah, guru, peserta didik, dan pihak terkait lainnya.
Kepala BGN, Sudaryono (Humas BGN)
"Insyaallah kami, Badan Gizi Nasional, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan pangan harus dilakukan secara bersama-sama. Kepatuhan terhadap ketentuan konsumsi makanan, termasuk memastikan makanan dikonsumsi dalam batas waktu yang telah ditentukan, menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah risiko yang tidak diinginkan.
BGN mengingatkan peserta didik agar tidak membawa pulang makanan MBG untuk dikonsumsi di rumah. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi dan kualitas makanan setelah berada di luar pengawasan penyelenggara tidak dapat dipastikan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan.
Komitmen zero tolerance terhadap kasus keracunan menjadi bagian dari upaya BGN untuk memastikan MBG tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan rasa aman kepada seluruh penerima manfaat.
"Badan Gizi Nasional terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik, dengan zero tolerance terhadap kasus keracunan," pungkasnya.
Kepala BGN, Sudaryono (NTVNews.id/Adiansyah)