Kebakaran Gunung Bromo Meluas 899,35 Hektare, Tim Gabungan Fokus Padamkan Titik Api

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 17:11
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Araip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Araip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)

Ntvnews.id, Malang - Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak 3 Agustus 2026 telah berdampak pada area seluas 899,35 hektare. Tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap sejumlah titik api yang tersisa hingga Selasa, 11 Agustus 2026.

Komandan Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) TNBTS Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur.

"Kebakaran yang bermula sejak 3 Agustus 2026 ini diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas 899,35 hektare," kata Wahyu yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya dalam keterangan resmi.

Operasi pemadaman melibatkan kementerian, TNI, Polri, serta pemerintah daerah dari empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Baca JugaBNPB Perluas Pemadaman Karhutla Gunung Bromo ke 2 Titik Baru

Wahyu mengatakan pengendalian titik api sejauh ini berhasil dilakukan sehingga luas area terdampak tidak bertambah. Tim gabungan kini memusatkan penanganan pada beberapa lokasi yang masih memiliki titik api aktif.

"Saat ini, fokus intervensi menyisakan titik api aktif, yaitu di Watangan 817,342 hektare, Argowulan 25,393 hektare, dan Dingklik, Pakis Bincil, Mungal 56,65 hektare," ucap dia.

Proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi angin dan cuaca kemarau menjadi faktor yang memengaruhi penanganan kebakaran. Selain itu, kabut tebal membatasi jarak pandang pilot helikopter yang digunakan untuk pemadaman dari udara.

"Hari ini kami mengoptimalkan dua unit helikopter untuk water bombing dari sebelumnya tiga unit, menyesuaikan dengan dinamika cuaca dan visual pilot di lapangan. Prioritas kami adalah memutus jalur rambatan agar tidak meluas ke area vegetasi baru," ujarnya.

Baca Juga3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Gunung Bromo

Berdasarkan analisis awal, faktor alam dinilai memiliki kemungkinan yang kecil sebagai pemicu kebakaran. Hal tersebut mempertimbangkan kondisi kawasan Bromo yang masih memiliki tingkat kelembapan tertentu meskipun saat ini memasuki musim kemarau.

Untuk mencegah api kembali muncul, posko terpadu di bawah tanggung jawab Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan.

"Langkah antisipasi lanjutan guna memastikan api tidak kembali berkobar, posko terpadu di bawah tanggung jawab Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto telah menyusun rencana tindak lanjut, yakni Patroli terpadu berkala, stasioning personel gabungan, manajemen informasi publik," ucap dia.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close