Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemprov Jambi Pertimbangkan Liburkan Siswa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 20:30
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gubernur Jambi Al Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi, Selasa (11/8/2026). Gubernur Jambi Al Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi, Selasa (11/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jambi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah mengkaji penerbitan surat edaran terkait opsi meliburkan sekolah akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah setempat.

"Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat," kata Gubernur Jambi Al Haris di Kota Jambi, Selasa, 11 Agustus 2026.

Gubernur Al Haris menjelaskan, apabila kondisi buruk ini terus bertahan dalam beberapa hari ke depan, pemerintah daerah akan mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau penggunaan masker serta mempertimbangkan kebijakan meliburkan siswa, khususnya tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Akan kita pantau beberapa hari ini, kalau memang masih seperti itu mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai mengeluarkan masker, dan kita juga memantau yang untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan atau sebagainya," ucap Al Haris.
 

Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet pada Selasa pukul 09.30 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Jambi berada pada angka 105, naik dari posisi sebelumnya di angka 104. Kategori tersebut mengindikasikan kualitas udara masih bertahan pada status tidak sehat. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Muaro Jambi yang mencatatkan ISPU hingga angka 157, yang juga masuk kategori tidak sehat.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengungkapkan bahwa total area lahan yang terbakar di wilayahnya kini telah melebihi 300 hektare.

Kebakaran terluas tercatat berada di kawasan lahan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dengan area terdampak mencapai 50 hektare. Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi-lokasi yang masih memunculkan titik api.

Guna mempercepat pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiagakan armada pesawat untuk menyokong penanganan karhutla, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
 

"BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam ketika ada bibit hujan langsung kita lakukan OMC," ujar Bachyuni.

Dari penegakan hukum, Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan jajarannya bakal menyelidiki penyebab kebakaran di wilayah hukumnya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta aktif melaporkan potensi karhutla.

"Jika melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan kepada petugas," ucap Bayu.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close