Ntvnews.id, Damaskus - Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Suriah pada Selasa, 11 Agusgtus 2026 Vonis tersebut diberikan setelah Assad digulingkan dari kekuasaan pada Desember 2024, mengakhiri 24 tahun pemerintahannya yang dikenal represif.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 12 Agustus 2026, Pengadilan Kriminal di Damaskus menyatakan Assad bersalah secara in absentia atas berbagai kejahatan yang terjadi selama perang sipil Suriah yang berlangsung selama 13 tahun sejak 2011.
Selain Assad, mantan Kepala Keamanan Politik Provinsi Daraa, Atef Najib, juga dijatuhi hukuman mati dalam perkara tersebut.
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan Assad terbukti melakukan pembunuhan berencana. Sementara itu, Najib dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana sekaligus tindakan penyiksaan.
Menurut laporan Al Jazeera, pengadilan menyebut tindakan yang dilakukan pemerintahan Assad di Provinsi Daraa pada 2011 sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Daraa, wilayah yang berada di bagian selatan Suriah, menjadi salah satu lokasi terjadinya tindakan represif pasukan pemerintah di bawah pemerintahan Bashar Al Assad selama konflik sipil berlangsung.
Baca Juga: Suriah Ambil Alih Pengelolaan Pangkalan Militer Rusia
Gelombang demonstrasi di Daraa pada 2011 yang menentang pemerintahan otoriter Assad kemudian berkembang menjadi gerakan protes di berbagai wilayah Suriah. Aksi tersebut muncul dalam konteks Arab Spring yang ketika itu tengah menyebar ke sejumlah negara Timur Tengah, khususnya kawasan Afrika Utara.
Pemerintahan Assad merespons aksi demonstrasi tersebut dengan mengepung Kota Daraa. Situasi itu kemudian mendorong sebagian demonstran mengangkat senjata dan berkembang menjadi perang saudara yang akhirnya menyebar ke berbagai wilayah Suriah dan berlangsung selama 13 tahun.
Kekuasaan Assad berakhir pada Desember 2024 setelah koalisi kelompok pemberontak yang dipimpin Ahmed Al Sharaa berhasil memasuki Damaskus dan mengambil alih sejumlah gedung pemerintahan.
Setelah kehilangan kekuasaan, Assad bersama keluarganya melarikan diri ke Moskow, Rusia, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat pemerintahannya.
Bashar Al Assad dalam foto bertanggal 17 Mei 2018 yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan Rusia, Kremlin. ((Antara))