Kemlu Konfirmasi 3 ABK WNI Jadi Korban Serangan di Bab Al-Mandeb

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 09:16
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menlu Sugiono Menlu Sugiono (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi tiga anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia menjadi korban dalam serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa, 11 Agustus 2026.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan ketiga WNI tersebut merupakan awak kapal MV Tihamah yang terkena serangan drone ketika kapal sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb.

“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit,” ucap Heni dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Heni menambahkan terdapat laporan mengenai satu ABK WNI lainnya yang disebut meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, pihak Kemlu masih melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut.

“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” tambah Heni.

Ia mengatakan KBRI Muscat terus mengikuti perkembangan kejadian tersebut setelah berhasil berkomunikasi dengan para ABK WNI yang berada di kapal MV Tihamah. Kapal tersebut diketahui mengangkut 11 awak, yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

Baca juga: Tujuh ABK WNI di MV Star Janet Alami Kendala di China, Kemlu Lakukan Pemantauan

Kemlu RI bersama KBRI Muscat juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pihak terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para ABK WNI.

“KBRI Muscat juga tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” kata dia.

Selain memastikan kondisi para korban, KBRI Muscat akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada ketiga ABK WNI yang terdampak serangan, termasuk menyediakan bantuan dan pertolongan sesuai kebutuhan.

KBRI Muscat juga mempertimbangkan kemungkinan memfasilitasi kepulangan para ABK WNI ke Indonesia apabila situasi dan kondisi memungkinkan, demikian Heni.

Baca juga: 1 WNI Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Kapal Dagang di Selat Bab Al-Mandeb

Sementara itu, Anadolu melaporkan bahwa seorang WNI termasuk dalam tiga ABK yang meninggal akibat serangan terhadap sebuah kapal dagang di Selat Bab Al-Mandeb.

Berdasarkan laporan Al-Jumhuriya TV yang berafiliasi dengan pemerintah, serangan yang pada laporan awal diduga dilakukan kelompok Houthi di Yaman tersebut juga menewaskan dua warga negara Pakistan. Laporan tersebut disampaikan pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Pada saat laporan tersebut diterbitkan, Al-Jumhuriya TV belum mengungkap nama kapal yang diserang maupun pihak yang memiliki kapal tersebut. Kelompok Houthi juga belum memberikan pernyataan mengenai serangan itu.

Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur strategis yang menjadi pintu masuk menuju Laut Merah dari sisi barat Semenanjung Arab.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close