Tersisa 2 Titik Api, BNPB Upayakan Karhutla Bromo Padam Total Pekan Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 10:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah titik api baru kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terlihat dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Balai Besar TNBTS mencatat luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo mencapai 550 hektare dan masih dalam proses pendataan. Sejumlah titik api baru kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terlihat dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Balai Besar TNBTS mencatat luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo mencapai 550 hektare dan masih dalam proses pendataan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan dua titik api yang tersisa pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat dipadamkan sepenuhnya pada pekan ini. Penanganan difokuskan secara intensif mengingat cakupan area yang terdampak telah meluas.

"Dari total 34 titik api sebelumnya, kini masih tersisa dua titik api yang belum padam. Kami upayakan dua titik api itu sudah selesai dipadamkan pada Jumat (14 Agustus 2026)," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Probolinggo, Selasa, 11 Agustus 2026.

Suharyanto hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno untuk memantau langsung dampak kerusakan serta penanganan bencana di lapangan. Hingga saat ini, tercatat luas lahan yang hangus terbakar telah mencapai 889 hektare, tersebar di empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Guna mempercepat proses pemadaman, tiga unit helikopter water bombing dikerahkan di kawasan TNBTS. Jika dua titik api sisa berhasil dituntaskan, BNPB berencana menarik dua unit armada udara tersebut untuk dialihkan ke daerah lain yang membutuhkan, sementara satu armada dipastikan tetap disiagakan di Bromo hingga situasi benar-benar aman.

"Ada tiga water bombing yang disiagakan untuk menangani karhutla di kawasan TNBTS, sehingga nantinya bisa ditarik dua water bombing untuk penanganan karhutla di daerah lain karena dibutuhkan juga di tempat lain dan satu water bombing tetap di Bromo sampai semua titik api padam," tuturnya.

Operasi pemadaman dilaporkan menghadapi tiga kendala utama di lapangan. Kendala pertama adalah medan yang terjal, di mana lokasi api berada pada ketinggian dengan kemiringan hingga 80 derajat. Kondisi berbahaya ini menyulitkan dan membahayakan keselamatan personil tim darat jika harus memanjat ke atas.

Tantangan kedua terletak pada terbatasnya sumber air di sekitar area savana TNBTS. Petugas terpaksa mengambil pasokan air dari lokasi yang cukup jauh, yakni Danau Ranu Pani di Kabupaten Lumajang.

"Kedua, sumber air tidak banyak di kawasan savana TNBTS, sehingga petugas mengambil air cukup jauh yakni di Ranu pani yang berada di Kabupaten Lumajang," katanya.

Faktor cuaca menjadi hambatan ketiga. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa dilaksanakan karena ketiadaan potensi awan hujan di kawasan tersebut. Namun, peluang hujan diprakirakan mulai muncul pada pertengahan bulan.

"Penjelasan BMKG bahwa ada potensi awan hujan pada 14-16 Agustus 2026, sehingga pemadaman bisa lebih efektif apabila hujan turun membasahi kawasan TNBTS yang sudah terbakar mencapai 889 hektare tersebar di Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan," ujarnya. 

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close