"Selat Itu Milik Kami": Trump Klaim AS Kuasai Hormuz dan Tuding Iran Bangkrut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 13:40
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Binnur Ege Gürün Koçak - Anadolu Agency /pri Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Binnur Ege Gürün Koçak - Anadolu Agency /pri (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan ketidakpercayaannya terhadap Iran dan mengeklaim bahwa pihak militer AS saat ini memegang kendali penuh atas kawasan Selat Hormuz. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Trump kepada awak media di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, sekembalinya dari perjalanan di Ohio pada Selasa (11/8).

“Saya tidak percaya Iran. Mengapa - apakah Anda mengatakan saya percaya Iran!? Saya adalah orang terakhir yang akan mempercayai Iran,” ujar Trump.

Ia menyebut rezim di Teheran berulang kali tidak jujur kepadanya. “Mereka terus-menerus berbohong kepada saya,” lanjut Trump.

Terkait situasi keamanan di jalur pelayaran vital tersebut, Trump mengeklaim AS memegang kekuasaan mutlak. “Saat ini kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Mereka tidak memiliki kendali. Kami memiliki kendali penuh. Selat itu milik kami,” tegasnya.

Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial <b>(Antara)</b> Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)

Pernyataan ini mempertegas sikap Trump pada Senin sebelumnya, ketika ia mengumumkan bahwa lalu lintas kapal menuju kawasan Iran via Selat Hormuz telah ditutup, sementara akses bagi pihak luar tetap diperbolehkan.

“Kami tidak mengizinkan mereka masuk ke Iran. Mereka tidak diperbolehkan melewati selat menuju Iran, tetapi selat itu terbuka bagi pihak lain,” terangnya.

Meski demikian, Trump tidak menampik kemungkinan Iran tetap mencoba mengganggu lalu lintas pelayaran, salah satunya dengan menanam ranjau laut. Walau begitu, ia memastikan pasukan tempur AS telah bergerak menemukan serta membersihkan ranjau-ranjau di sepanjang perairan tersebut.

“Kami telah membersihkan ranjau di seluruh selat, seperti yang mungkin sudah Anda dengar, atau mungkin belum. Tetapi kami mengendalikan selat tersebut 100 persen. Apakah mereka masih bisa membuat masalah? Ya, mereka bisa. Tetapi mereka bangkrut. Mereka tidak punya uang,” pukas Trump.

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah sendiri berada dalam tingkat ketegangan tinggi sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari. Hingga kini, Washington dan Teheran belum menyepakati perjanjian perdamaian final untuk mengakhiri konfrontasi armada militer, sementara pemblokiran di Selat Hormuz terus memicu disrupsi pada rantai pasokan energi global.

 
(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close