Ntvnews.id, Washington - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai memasuki tahap pengujian lanjutan teknologi pencegat berbasis ruang angkasa yang dikembangkan untuk program pertahanan rudal Golden Dome setelah menyelesaikan rangkaian uji coba awal.
Proyek tersebut dipimpin Jenderal Angkatan Luar Angkasa AS Michael Guetlein. Informasi mengenai perkembangan pengujian itu dilaporkan oleh Bloomberg.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Pentagon menargetkan penyelesaian pengujian awal program pertahanan rudal berbasis antariksa tersebut pada akhir 2026.
Pengujian tahap awal mencakup proses pengiriman data dari sensor menuju pesawat pencegat serta pemeriksaan sistem tenaga penggerak pesawat ruang angkasa.
Dalam konferensi pada Selasa, 11 Agustus 2026, Guetlein mengatakan perusahaan yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut kini mulai melanjutkan pengujian secara langsung di luar angkasa.
Baca juga: Putin dan Xi Jinping Kompak Kritik Proyek Golden Dome Milik Trump
Program Golden Dome diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Mei 2025 sebagai proyek sistem pertahanan rudal nasional.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hampir 175 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,1 kuadriliun.
Sistem pertahanan tersebut dirancang sebagai perisai berlapis yang menggabungkan kemampuan pertahanan berbasis darat, laut, dan antariksa untuk menghadapi berbagai ancaman rudal terhadap wilayah AS.
Adapun pengujian dalam skala besar untuk sistem Golden Dome direncanakan mulai dilakukan pada akhir 2028.
(Sumber: Antara)
Markas Besar Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon (Antara)