TNI AL: Latihan dengan China di Timur Taiwan Bagian dari Diplomasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 18:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prajurit mengamati kapal USS Jackson sebelum penembakan meriam 76 milimeter dari KRI I Gusti Ngurah Rai saat kegiatan Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2021 di laut Jawa, Jawa Timur, Selasa, 9 November 2021. Sebanyak 20 butir meriam 76 milimeter ditembakkan ke arah sasaran yang telah ditentukan. Prajurit mengamati kapal USS Jackson sebelum penembakan meriam 76 milimeter dari KRI I Gusti Ngurah Rai saat kegiatan Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2021 di laut Jawa, Jawa Timur, Selasa, 9 November 2021. Sebanyak 20 butir meriam 76 milimeter ditembakkan ke arah sasaran yang telah ditentukan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyebut latihan lintas laut atau Passing Exercise (Passex) bersama Angkatan Laut China di perairan sebelah timur Taiwan merupakan bagian dari diplomasi maritim. Kegiatan itu dilakukan dalam perjalanan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menuju Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan Passex merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh angkatan laut berbagai negara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari hubungan dan diplomasi antarmiliter di laut.

"Passing Exercise (Passex) merupakan 'goodwill engagement' yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud 'naval brotherhood' serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," katanya di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan kegiatan tersebut saat berlayar kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, kapal perang tersebut menyelesaikan latihan bersama dengan Angkatan Laut Rusia di Vladivostok.

Baca JugaTNI AL Siap Perkuat Cadangan Kedelai Nasional Melalui Pengelolaan Lahan

"Selama perjalanan lintas laut KRI GNR-332 menuju Tanah Air akan melaksanakan Passex dengan negara-negara yang akan dilewati," katanya.

Tunggul menjelaskan pelaksanaan Passex juga sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Melalui kegiatan tersebut, Indonesia dapat membuka ruang kerja sama dengan berbagai negara.

"Indonesia berpeluang membangun kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan China menyampaikan bahwa kapal Angkatan Laut China Honghe bersama fregat TNI AL akan menjalankan latihan navigasi bersama di perairan timur Taiwan pada pertengahan Agustus.

Baca JugaMarinir TNI AL Latih Pengoperasian Kendaraan Tempur Amfibi LVT 7 A1

Latihan tersebut mencakup sejumlah kegiatan, seperti komunikasi dan pengisian perbekalan di laut. Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasi bersama serta memperkuat kerja sama antara angkatan laut kedua negara.

Wilayah perairan timur Taiwan menghadap langsung ke Samudra Pasifik dan Laut Filipina. Kawasan tersebut berada di luar wilayah Laut China Selatan.

Latihan bersama China dilakukan setelah KRI I Gusti Ngurah Rai-332 mengikuti latihan dengan Angkatan Laut Rusia di Vladivostok. Setelah rangkaian kegiatan tersebut selesai, kapal perang TNI AL melanjutkan pelayaran kembali ke Indonesia.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close