Trump Akui Diam-diam Ganti Pesawat Saat Pulang dari KTT NATO karena Ancaman Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washinhgton D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat diam-diam berpindah pesawat ketika meninggalkan Turki usai menghadiri KTT NATO pada bulan lalu. Pergantian tersebut dilakukan atas instruksi Secret Service, lembaga yang bertugas menjaga keamanan presiden AS.

Dalam keterangannya, Trump mengatakan pesawat yang digunakannya setelah berpindah justru dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan Air Force One.

"Saya rasa sebenarnya pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko yang lebih besar. Saya rasa risikonya lebih besar karena menurut saya, pesawat itulah yang kemungkinan lebih mereka incar," kata Trump, dikutip dari Anadolu, Kamis, 13 Agustus 2026.

Setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Trump dipindahkan dari Air Force One menuju sebuah pesawat militer. Proses perpindahan itu dilakukan secara tidak biasa dengan memanfaatkan truk katering sebagai bagian dari operasi pengelabuan.

Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan langkah tersebut berkaitan dengan adanya ancaman pembunuhan terhadap Trump dari Iran. Saat itu, hubungan Washington dan Teheran berada dalam situasi konflik yang sangat tegang.

Gedung Putih tidak mengumumkan pergantian pesawat tersebut kepada publik. Informasi itu baru diketahui setelah Washington Post melaporkannya pada Senin.

Baca Juga: Pukulan Bagi Trump, Hakim Federal AS Blokir Aturan Surat Suara Pos Secara Nasional

Operasi tersebut kemudian menuai pertanyaan dari sejumlah pengamat media. Mereka mempertanyakan apakah strategi itu justru dapat membahayakan staf Trump dan wartawan yang ikut dalam perjalanan karena mereka berada di pesawat yang diduga menjadi kendaraan presiden.

Di media sosial, kabar tersebut juga menjadi bahan olok-olok. Berbagai meme bermunculan yang menggambarkan Trump bersembunyi di dalam truk katering. Hal tersebut dinilai berbanding terbalik dengan citra Trump yang selama ini kerap menampilkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang berani.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya. Ia mengaku hanya menjalankan instruksi yang diberikan Secret Service dan pihak militer.

"Ya, itu sepenuhnya tergantung pada Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka ingin saya lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer," kata Trump seperti dikutip Reuters.

Sebuah spanduk yang menampilkan Presiden AS Donald Trump serta memuat pesan-pesan dipajang di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, ibu kota Iran, pada 2 Agustus 2026.  <b>(Antara)</b> Sebuah spanduk yang menampilkan Presiden AS Donald Trump serta memuat pesan-pesan dipajang di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, ibu kota Iran, pada 2 Agustus 2026. (Antara)

Trump juga mengakui bahwa dirinya memang menerima berbagai ancaman. Ia mengatakan tidak terlalu banyak menggali informasi mengenai ancaman spesifik yang menjadi dasar keputusan untuk memindahkannya ke pesawat lain.

"Saya rasa memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya menerima banyak ancaman," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Trump berangkat menuju Ankara menggunakan Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar. Pesawat tersebut telah menjalani proses renovasi sebelum digunakan untuk perjalanan kenegaraan.

Namun, ketika hendak meninggalkan Turki, Trump secara tiba-tiba memutuskan menggunakan Air Force One yang lebih lama. Keputusan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai aspek keamanan pesawat baru yang sebelumnya digunakan untuk menuju KTT NATO.

Perjalanan ke KTT NATO itu menjadi penerbangan internasional pertama bagi pesawat baru tersebut. Proses renovasi yang dilakukan dalam waktu relatif singkat sebelumnya telah menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama menyangkut biaya dan aspek keselamatan.

Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena kunjungan Trump ke Turki berlangsung ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran sedang berada dalam kondisi panas, sehingga faktor keamanan presiden menjadi perhatian utama dalam perjalanan tersebut.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close