Ntvnews.id, Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan wilayah menyusul dugaan insiden penistaan agama dalam Festival Musik “The Sounds Project” di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Hendra meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan.
“Kami imbau semua pihak tetap menjaga situasi agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Percayakan proses hukum kepada aparat yang terpercaya,” kata Hendra di Jakarta, Rabu.
Menurut Hendra, pemerintah kota telah mengambil langkah cepat setelah video mengenai kejadian tersebut beredar luas di media sosial. Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara juga telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah organisasi masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sejak Senin kemarin, Polres Metro Jakarta Utara sudah menyikapi,” ujarnya.
Baca juga: MUI Jakarta Utara Keluarkan Tiga Sikap Terkait Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam insiden dugaan penistaan agama saat Festival Musik “The Sounds Project” di kawasan Ancol.
Pelaksana Harian Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito mengatakan dua orang yang diamankan masing-masing berinisial R dan E.
“Kami mengamankan dua orang yakni perempuan berinisial R dan seorang pria berinisial E,” kata Oki di Jakarta, Rabu.
Kedua orang tersebut telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara. Polisi juga menjadwalkan gelar perkara untuk menentukan perkembangan penanganan kasus tersebut.
“Malam ini atau besok sudah ada peningkatan status menjadi proses sidik,” jelas Oki.
(Sumber: Antara)
Wali Kota Hendra Hidayat bersama Forkopimda menggelar jumpa pers usai kasus dugaan penistaan agama di kawasan Ancol (Antara)