Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 11:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama dapat rampung pada tahun 2028. Proyek tersebut menjadi salah satu langkah Pemprov DKI dalam memperkuat sistem pengendalian banjir, khususnya di wilayah Jakarta Utara.

Target itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Cakung Lama beserta fasilitas pendukungnya di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Kamis, 13 Agustus 2026.

Orang nomor satu di DKI tersebut berharap bahwa normalisasi Kali Cakung Lama nantinya mampu memperlancar aliran udara hingga ke muara dan laut.

“Harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai. Airnya akan bisa terdorong sampai ke muara, sampai ke laut. Pembangunan ini bagian dari upaya pengendalian banjir di daerah aliran sungai (DAS) Kali Cakung Lama yang berlokasi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing dan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara,” ujarnya.

Normalisasi Kali Cakung Lama Jadi Prioritas Pengendalian Banjir

Menurut Pramono, pembangunan Kali Cakung Lama merupakan bagian dari upaya penanganan permasalahan banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cakung Lama. Wilayah tersebut meliputi dua kelurahan, yakni Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, dan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proyek pembangunan Kali Cakung Lama menjadi bagian dari Proyek JakTirta yang dilaksanakan pada tahun 2025–2026. Pembangunan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sungai, mengurangi potensi air ketika hujan deras, sekaligus mempercepat aliran menuju wilayah hilir.

Berdasarkan perhitungan proyek, pembangunan tersebut diproyeksikan dapat mengurangi dampak banjir hingga sekitar 20 persen di kawasan terdampak.

Pramono menegaskan, normalisasi sungai merupakan salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir.

Kali Cakung Lama, Jakarta Utara <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kali Cakung Lama, Jakarta Utara (NTVNews.id/Adiansyah)

“Harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai. Airnya akan bisa terdorong sampai ke muara, sampai ke laut. Pembangunan ini bagian dari upaya pengendalian banjir di daerah aliran sungai (DAS) Kali Cakung Lama yang berlokasi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing dan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara,” ujarnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan Kali Cakung Lama telah mencapai sekitar 25 persen. Pekerjaan normalisasi mencakup jalur sepanjang 2,65 kilometer yang terbagi menjadi tiga segmen.

Segmen pertama memiliki panjang 1.230 meter, membentang dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga perbatasan Perumahan Grand Orchard. Segmen kedua sepanjang 1.040 meter berada dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga Jembatan Gading Griya Lestari.

Sementara itu, segmen ketiga memiliki panjang 380 meter, mulai dari Jembatan Gading Griya Lestari hingga Jalan Bend Batik.

Pramono juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang terus mempercepat pekerjaan normalisasi sejumlah sungai, termasuk Kali Cakung Lama dan Sungai Ciliwung.

Selain pembangunan fisik, proses penyediaan lahan menjadi bagian penting dalam proyek normalisasi Kali Cakung Lama. Pramono juga memastikan proses tersebut dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat. Pemprov DKI Jakarta bahkan telah menyediakan posko pengaduan di sekitar lokasi proyek.

Posko tersebut disiapkan agar warga dapat menyampaikan permasalahan atau keluhan secara langsung selama proses pembebasan lahan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan hingga Maret 2027 normalisasi ditargetkan mencapai 2,6 kilometer pada satu sisi sungai atau setara 5,2 kilometer jika dihitung pada kedua sisi.

“Saat ini, pekerjaan yang telah terselesaikan sekitar satu kilometer,” kata Ika.

HIGHLIGHT

x|close