Ntvnews.id, Mexico City - Kolombia akan mendapat dukungan dari tim pencarian dan pertolongan atau SAR dari sejumlah negara untuk membantu proses evakuasi setelah gempa kuat mengguncang wilayah tersebut.
Tim SAR dari Amerika Serikat, Israel, Ekuador, dan El Salvador akan dikerahkan guna memperkuat operasi penyelamatan di daerah yang terdampak gempa.
Kepala Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) David Tamayo mengatakan pemerintah Kolombia telah mengajukan permohonan bantuan kepada negara-negara tersebut.
"Kami mulai meresmikan dukungan, permohonan, dan imbauan bantuan kepada tim SAR dari Amerika Serikat, El Salvador, Ekuador, dan Israel," kata David Tamayo dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform X oleh Meridiano Regional.
Baca Juga: Kolombia Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional Usai Gempa 7,4 Magnitudo
Menurut Tamayo, kehadiran personel dari luar negeri diperlukan untuk memperkuat operasi penyelamatan sekaligus membantu menggantikan sebagian petugas SAR Kolombia. Para penyelamat lokal telah bekerja tanpa henti selama beberapa hari di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Bantuan internasional tersebut dinilai penting mengingat gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di wilayah Choco menimbulkan kerusakan cukup luas dan mengganggu sejumlah fasilitas penting.
Gempa juga merusak puluhan fasilitas kesehatan dan mengganggu jaringan air bersih. Selain itu, tanah longsor terjadi di kawasan pegunungan hingga menimbun sejumlah permukiman serta memutus akses jalan utama menuju wilayah terdampak.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, bahwa korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 265 orang.
Baca Juga: Korban Gempa Kolombia Bertambah Jadi 190 Orang, 1.679 Luka-luka
Selain korban tewas, sebanyak 3.494 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 496 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
(Sumber: Antara)
Tim pencarian dan penyelamatan melakukan operasi di tengah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 di Pereira, Kolombia, pada 10 Agustus 2026. Setidaknya 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka dalam gempa tersebut, yang menyebabkan bangunan-bangunan runtuh dan memicu operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar di berbagai kota. (Antara)