Ntvnews.id, Ankara -Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan komitmen penuh negaranya dalam mendukung solusi dua negara berdasarkan garis perbatasan tahun 1967. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama yang disiarkan secara langsung mendampingi Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu, 12 Agustus 2026.
"Kami akan dengan tegas memperjuangkan terwujudnya negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, berdasarkan perbatasan 1967, dan memiliki integritas geografis," kata Erdogan.
Erdogan menekankan bahwa Turkiye tidak akan surut dalam membela hak-hak serta perjuangan bangsa Palestina di berbagai arena internasional.
Sikap senada diutarakan Presiden Mahmoud Abbas. Ia menggarisbawahi pentingnya keutuhan wilayah Palestina dan ketahanan rakyatnya di tanah air mereka sendiri.
Baca juga: Puluhan Ribu Warga Turki Demo di Ankara, Desak Erdogan Turun
"Gaza merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara Palestina," tegas Abbas, sembari menambahkan bahwa rakyat Palestina akan terus bertahan di tanah kelahiran mereka.
Di tengah situasi geopolitik yang dinamis, Abbas membeberkan agenda politik dalam negeri Palestina. Pemerintahannya memberikan perhatian khusus terhadap persiapan pemilihan umum (pemilu) parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, disusul oleh pemilihan presiden pada tahun berikutnya.
Kunjungan tingkat tinggi Presiden Abbas ke Ankara ini bergulir di tengah eskalasi diplomatik baru. Pada Minggu (9/8), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menolak skema 15 poin yang disokong Amerika Serikat untuk menghentikan konflik di Gaza. Netanyahu menegaskan pasukannya tidak akan ditarik mundur dari wilayah Gaza sebelum kelompok Hamas dilucuti senjatanya secara total.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar konferensi pers bersama di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki, pada 12 Agustus 2026. (Antara)