Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Diproduksi Massal pada 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 19:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan mobil listrik nasional (Molinas) dapat memasuki tahap produksi massal paling lambat pada 2028. Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan ekosistem yang mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional.

"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang sedang dibangun untuk mobil listrik kita," kata Prabowo saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Prabowo mengungkapkan, salah satu lokasi pengembangan mobil listrik nasional berada di kawasan Subang, tepatnya sekitar Kilometer 84. Di area tersebut, pemerintah tengah membangun kompleks yang nantinya menjadi bagian dari pengembangan mobil listrik buatan Indonesia.

"Subang. Di kilometer 84 ya, ada kompleks besar, kita lagi bangun ya, mobil listrik Indonesia, yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaku bangga melihat mulai terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional. Ia pun memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari sektor swasta, BUMN, hingga para ahli yang ikut mendukung pengembangan Molinas.

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Pengusaha Berani Kembangkan Motor Listrik Nasional di Tengah Persaingan Global

"Terima kasih atas kerja sama ini. Semangat terus, berinisiatif terus. Mereka yang berinisiatif itu adalah mereka-mereka yang berani. Berani menghadapi risiko. Tapi tidak ada kemenangan tanpa inisiatif, tidak ada keberhasilan tanpa keberanian," ucap Prabowo.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar kendaraan listrik yang sangat besar. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia dengan tingkat pembelian baru mencapai sekitar enam hingga tujuh juta unit setiap tahun.

"Kita lihat potensinya sekarang Bapak Presiden, kalau boleh kami laporkan, ada kurang lebih 140 juta motor listrik yang ada di Indonesia. Dengan setiap tahunnya pembeliannya adalah enam sampai tujuh juta motor," ujar Rosan.

Meski peluang pasarnya besar, Rosan menyebut jumlah masyarakat yang membeli motor listrik saat ini masih berada di kisaran 60 ribu hingga 70 ribu orang.

"Jadi hanya satu persen. Jadi kalau kami lihat ini potensi ke depannya akan bisa secara eksponensial. Nah oleh sebab itu, kamu juga melihat market size-nya kurang lebih sampai 170 billion USD," ujar Rosan.

Rosan menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional. Menurutnya, pembangunan Molinas menjadi hasil sinergi antara pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

"Dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita," ujar Rosan.

HIGHLIGHT

x|close