TNI AD Perluas Irigasi untuk Dukung Produktivitas 100 Ribu Hektare Lahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 22:31
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) terus memperluas pembangunan fasilitas pengairan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang sebelumnya terkendala ketersediaan air.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD telah membangun fasilitas pengairan di 1.703 titik melalui program Manunggal Air.

Menurut Maruli, fasilitas tersebut dibangun di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki pasokan air memadai sehingga lahan pertaniannya belum dapat menerapkan pola panen secara optimal seperti lahan yang telah memiliki sistem irigasi.

Pembangunan fasilitas pengairan tersebut telah membantu mengairi lahan tadah hujan seluas 83.150 hektare. Dengan tersedianya air, lahan tersebut kini berpotensi ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

“Untuk air pertanian, kami sudah membuat untuk 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan, sekarang mereka bisa tiga kali panen,” ujar Maruli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas

TNI AD juga terus menambah fasilitas pengairan di berbagai daerah. Saat ini, pembangunan jaringan air pertanian dilakukan di 445 titik tambahan yang ditargetkan dapat memperluas cakupan lahan yang memperoleh pasokan air.

Dengan penambahan tersebut, total lahan yang diproyeksikan mendapat dukungan pengairan pada tahun ini mencapai sekitar 100.120 hektare. Program itu diharapkan turut meningkatkan produksi gabah nasional.

"Yang daerah tadah hujan 100.120 hektare bisa menjadi tiga kali panen. Mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun," katanya.

Baca Juga: Fasilitas Pengairan TNI Hidupkan 100 Ribu Hektare Sawah, Panen Bisa Menjadi 3 Kali Setahun

Selain untuk sektor pertanian, TNI AD membangun jaringan pipanisasi di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Maruli menyebut salah satu pembangunan jaringan pipa terpanjang saat ini berada di Pulau Bawean, Jawa Timur, dengan panjang mencapai 15 kilometer. Pembangunan jaringan dengan panjang yang sama juga tengah dilakukan di Samosir, Sumatera Utara.

"Mudah-mudahan juga selesai dalam waktu di akhir tahun ini,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close