Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi Nasional Buntut Gempa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 05:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tim darurat melaksanakan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi di seluruh wilayah Cali setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026. Laporan awal menunjukkan sejumlah bangunan yang runtuh, ke Tim darurat melaksanakan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi di seluruh wilayah Cali setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026. Laporan awal menunjukkan sejumlah bangunan yang runtuh, ke (Antara)

Ntvnews.id, Bogota - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi nasional menyusul gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang mengguncang sejumlah wilayah negara tersebut.

Kebijakan konstitusional itu ditempuh untuk mempercepat proses penanganan bencana dengan memangkas berbagai hambatan birokrasi. Pemerintah berharap distribusi bantuan dan upaya pemulihan di kawasan terdampak dapat segera dilakukan.

"Mempertimbangkan tingkat keparahan situasi yang sedang dihadapi Kolombia saat ini, tragedi ini memaksa kita mengambil langkah-langkah luar biasa. Dampaknya sangat besar dan membutuhkan ketegasan serta kemauan politik yang kuat dari pemerintah," tegas Abelardo dikutip dari AFP, Jumat, 14 Agustus 2026.

Abelardo menegaskan, pemerintah juga perlu mengalokasikan anggaran dan investasi darurat untuk menangani dampak bencana serta membantu masyarakat yang terdampak gempa.

"Pemerintah harus melakukan investasi yang diperlukan di wilayah-wilayah terdampak untuk membangun kembali rumah-rumah warga, serta memberikan bantuan penuh kepada begitu banyak warga Kolombia yang saat ini tengah menderita," jelasnya.

Baca Juga: TNI AD Perluas Irigasi untuk Dukung Produktivitas 100 Ribu Hektare Lahan

Data terbaru pemerintah Kolombia menunjukkan gempa tersebut telah menyebabkan sedikitnya 265 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 500 orang masih dinyatakan hilang.

Guncangan gempa dilaporkan terasa di 368 wilayah administratif. Kerusakan yang ditimbulkan juga sangat besar. Lebih dari 20.000 rumah mengalami kehancuran, sedangkan 64 bangunan lainnya dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah.

Di tengah situasi darurat tersebut, proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Salah satu momen dramatis terjadi di Kota Pereira, yang termasuk wilayah dengan dampak gempa paling parah.

Tim tanggap darurat gabungan berhasil menyelamatkan Maria, perempuan berusia 94 tahun, yang ditemukan dalam keadaan hidup setelah tertimbun reruntuhan bangunan.

Maria diketahui telah bertahan selama lebih dari 48 jam di balik puing-puing sebelum berhasil dievakuasi petugas. Hingga saat ini, tim penyelamat masih menyisir sejumlah lokasi untuk mencari korban lain yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.

HIGHLIGHT

x|close