Di Balik Program MBG: Strategi BGN Bangun Karakter dan Kesehatan Anak Sejak Dini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Agu 2026, 07:03
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono dalam webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG yang diikuti di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Kepala BGN Sudaryono dalam webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG yang diikuti di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa literasi gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memegang peranan kunci untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Lewat sarana edukasi yang ditanamkan sejak dini, program ini dirancang untuk membangun pola dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

Kepala BGN Sudaryono meluruskan persepsi publik dengan menekankan bahwa fokus utama program ini berpusat pada pemenuhan nutrisi berkualitas, bukan sekadar membagikan porsi makanan dalam jumlah besar.

“MBG ini bukan sekadar memberikan makan, melainkan memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi, gizi ini penting, tidak hanya sekedar kenyang,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (13/8).
 

Pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut menggarisbawahi pentingnya pemahaman peserta didik terhadap komposisi dan manfaat makanan yang mereka konsumsi setiap hari bagi pertumbuhan tubuh.

“Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu bukan hanya makan banyak, bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tetapi makan bergizi gratis,” katanya.

Atas dasar itu, edukasi gizi diposisikan sebagai pilar tak terpisahkan dalam ekosistem MBG. Anak-anak disorongkan untuk mengenali beragam unsur nutrisi mulai dari protein, serat, vitamin, mineral, hingga karbohidrat serta fungsi konkretnya bagi daya tahan dan tumbuh kembang tubuh.

Dalam lanskap edukasi ini, jajaran tenaga pendidik memegang peranan strategis. Guru tidak hanya menjadi pendamping di kelas, melainkan penggerak utama yang mentransfer pengetahuan gizi agar berdampak luas hingga ke ranah domestik.
 

“Penting untuk anak yang kita didik, agar dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya untuk memengaruhi lingkungannya, khususnya lingkungan keluarga di mana ia tinggal bersama orang tua,” ucap Mas Dar.

Perspektif senada disampaikan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto. Ia menekankan bahwa efektivitas program tidak bisa cuma diukur dari hadirnya piring-piring makanan di meja sekolah.

“Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Mariman.

Melalui sinergi erat bersama para guru sebagai penggerak di lingkungan sekolah maupun keluarga, BGN optimistis dampak MBG sanggup melampaui pemenuhan nutrisi harian dan menjadi fondasi lahirnya generasi muda Indonesia yang lebih berkualitas.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close