Prabowo Sebut Baru 5% Potensi Perikanan Indonesia Dinikmati Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 15:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia baru mampu menikmati sekitar 5% dari potensi industri perikanan nasional. Menurutnya, sebagian besar hasil laut Indonesia justru masih dimanfaatkan oleh kapal-kapal asing.

"Nilai perikanan tiap tahun US$ 34 miliar, baru hanya mungkin 5% yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain," kata Prabowo dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung MPR/DPR, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang belum dapat dinikmati Indonesia. Ia juga mengakui bahwa pemerintah menghadapi tantangan besar untuk mengembangkan sektor perikanan nasional.

"Bayangkan berapa nilai hilang tiap hari, tiap malam. Kita juga harus bangun armada kapal ikan modern. Kita butuh belasan ribu kapal, ini tantangan berat," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo: Kita Bekerja Habis-habisan untuk Rakyat

Presiden Prabowo Subianto Saat Pidato Kenegaraanndi Sidang Tahunan MPR 2026 <b>(Istimewa)</b> Presiden Prabowo Subianto Saat Pidato Kenegaraanndi Sidang Tahunan MPR 2026 (Istimewa)

Untuk memperkuat industri perikanan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern pada tahun depan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan potensi laut sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan Indonesia.

Prabowo juga menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan lokal. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membangun kampung-kampung nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Fasilitas tersebut mencakup dermaga, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin atau *cold storage*, bengkel pengolahan hasil laut, hingga fasilitas sosial bagi masyarakat.

Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 100 kampung nelayan. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.386 kampung nelayan yang dapat berfungsi hingga penghujung 2026.

"Hari ini 100 kampung nelayan telah kita bangun, target kita 1.386 kampung nelayan akan berfungsi akhir Desember 2026," tuturnya.

HIGHLIGHT

x|close