Prabowo Target Kemiskinan Turun hingga 6% dan Pengangguran 4,3% pada 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 18:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah target pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Salah satu sasaran utama yang ditetapkan adalah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6%.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga membidik penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka pada tahun depan.

"Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN efektif, kemiskinan di 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 - 6,5% dari target APBN 2026 6,5%-7,5%," kata dia di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo melanjutkan, tingkat pengangguran terbuka juga diproyeksikan mengalami penurunan pada 2027.

"Pengangguran terbuka turun 4,30%-4,87 % turun dari 4,44%-4,96% di 2026," imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo: Kemerdekaan Belum Selesai Hanya karena Bendera Merah Putih Kita Telah Berkibar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.  <b>(TV Parlemen)</b> Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Selain kemiskinan dan pengangguran, pemerintah turut menetapkan sasaran untuk meningkatkan kualitas modal manusia. Indeks modal manusia ditargetkan naik dari 0,57 pada 2026 menjadi 0,575 pada 2027.

Sementara itu, pemerintah juga menargetkan perbaikan rasio gini sebagai salah satu indikator pemerataan ekonomi. Rasio tersebut diproyeksikan turun dari kisaran 0,377-0,380 pada 2026 menjadi 0,362-0,367 pada 2027.

"Rasio gini kita targetkan membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari target tahun ini 0,377-0,380," ujarnya.

HIGHLIGHT

x|close