Prabowo Minta Warga Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026, Data Dijamin Tak untuk Kejar Kekayaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 16:46
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) tengah melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional. Presiden Prabowo Subianto mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan informasi secara terbuka dan jujur kepada petugas sensus.

Menurut Prabowo, keterbukaan masyarakat diperlukan agar pemerintah memiliki data yang akurat sebagai dasar dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi.

"Saya meminta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formula sensus dengan sejujur-jujurnya, mengajak semua orang untuk mengisi sejujur-jujurnya," katanya dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo memastikan informasi yang dihimpun BPS melalui sensus ekonomi tidak akan dimanfaatkan pemerintah untuk mengejar atau mengusut kekayaan maupun penghasilan pribadi masyarakat.

"Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan," katanya.

Baca Juga: Prabowo: China Beri Indonesia Rating Tertinggi untuk Penerbitan Panda Bonds

Presiden menjelaskan, data hasil sensus memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah, termasuk menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menilai kualitas data makroekonomi sangat bergantung pada akurasi data yang dikumpulkan BPS. Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah lebih dari satu dekade tidak melakukan rebasing atau perubahan tahun dasar dalam penghitungan aktivitas ekonomi.

"Angka-angka APBN kita sangat bergantung dengan angka-angka makroekonomi kita. Angka makroekonomi kita bergantung kualitas data yang dikumpulkan BPS. Saya mendapatkan laporan mendapatkan lebih dari 10 tahun kita belum melaksanakan rebasing atau atau cara menghitung berapa aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita," kata Prabowo.

HIGHLIGHT

x|close