Ketua DPD Beri Julukan Jokowi Bapak Infrastruktur, Megawati Srikandi Konstitusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Agu 2026, 08:35
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ketua DPD RI Sultan Najamudin. Ketua DPD RI Sultan Najamudin. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPD RI Sultan Najamudin memberikan julukan bagi tujuh presiden Indonesia. Ini terjadi saat dirinya menyampaikan pidato dalam Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Awalnya Sultan menyebut, bahwa setiap presiden memiliki peran dan pencapaian yang menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

"Setiap presiden Republik Indonesia adalah negarawan dengan pencapaian nyata pada masanya masing-masing," ujar Sultan, dalam pidatonya.

Sultan mengatakan, Presiden pertama RI Soekarno disebutbya sebagai Bapak Proklamator.

Lalu Presiden ke-2 RI Soeharto, kata dia merupakan Bapak Pembangunan. Kemudian Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie, disebutnya sebagai Bapak Teknologi.

Selanjutnya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kata Sultan sebagai Bapak Pluralisme.

"Presiden Habibie, Bapak Teknologi. Presiden Abdurrahman Wahid, Bapak Pluralisme," tuturnya.

Kemudian Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sebagai Srikandi Konstitusi. Selanjutnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebutnya sebagai Bapak Perdamaian.

Kemudian Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai Bapak Infrastruktur.

Sultan mengatakan, setiap presiden telah menasbihkan peran sejarahnya masing-masing. Ia menilai, ada satu benang merah dalam perjalanan kepemimpinan para presiden.

"Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya, satu benang merah selalu hadir: daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat," jelas Sultan.

Ia memandang, perjalanan sejarah Indonesia memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia lantas menyampaikan apresiasi ke pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sultan memandang, Prabowo dan Gibran bekerja secara kompak dan saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.

HIGHLIGHT

x|close