Ibu dan Bayi Ditemukan Tewas Berpelukan di Bawah Reruntuhan Gempa Flores NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Agu 2026, 14:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemerintah mengerahkan BUMN gunaa membantu masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah sekitarnya. Pemerintah mengerahkan BUMN gunaa membantu masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah sekitarnya.

Ntvnews.id, Jakarta - Tragedi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan kisah memilukan. Seorang ibu ditemukan meninggal dunia bersama bayinya yang masih dalam kondisi tertimbun reruntuhan rumah di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (15/8/2026).

Keduanya ditemukan dalam posisi yang membuat warga dan petugas evakuasi terpukul. Saat ditemukan, sang ibu dalam posisi telentang dengan bayinya berada di atas dada. Salah satu tangannya masih terlihat merangkul erat tubuh buah hatinya.

Posisi tersebut diduga menjadi bentuk perlindungan terakhir yang dilakukan sang ibu ketika rumah mereka tiba-tiba runtuh akibat guncangan gempa. Ia diduga berusaha menjaga bayinya tetap berada dalam pelukannya saat bangunan ambruk.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, membenarkan penemuan ibu dan bayinya di bawah reruntuhan rumah. Proses evakuasi pun berlangsung dalam suasana duka, disaksikan warga yang tak kuasa menahan tangis.

"Keduanya, ibu dan anak, ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tugaskan Tim Gabungan dan Kirim Bantuan, Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT Sejak Pagi

Fathur mengatakan lokasi penemuan kedua korban berada di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Tim SAR bersama warga kemudian melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban dari timbunan material bangunan.

Duka keluarga tersebut ternyata tidak berhenti pada ibu dan bayinya. Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menyampaikan bahwa anak perempuan pertama korban juga meninggal dunia dalam bencana tersebut.

"Ibu dan dua anaknya meninggal. Yang satunya perempuan dan yang bayi dalam pelukannya," katanya.

Peristiwa ibu yang ditemukan masih memeluk bayinya itu menjadi salah satu gambaran memilukan dari dahsyatnya gempa yang mengguncang Flores. Di tengah proses evakuasi, petugas dan masyarakat masih menyisir sejumlah titik terdampak untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang tertimbun.

Gempa bermagnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores dan memicu kerusakan bangunan.

Hingga Minggu siang, Basarnas mencatat sedikitnya 51 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sementara itu, ratusan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan masih mendapat penanganan.

HIGHLIGHT

x|close