A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Paus Leo Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat - Ntvnews.id

Paus Leo Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Agu 2026, 21:36
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Paus Leo memimpin doa Angelus di Piazza della Liberta di Castel Gandolfo, dekat Roma, Italia, 16 Agustus 2026. (Foto: REUTERS/Remo Casilli) Paus Leo memimpin doa Angelus di Piazza della Liberta di Castel Gandolfo, dekat Roma, Italia, 16 Agustus 2026. (Foto: REUTERS/Remo Casilli)

Ntvnews.id, Jakarta - Paus Leo menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan oleh pemukim Israel dan pengepungan terhadap warga di desa Qusra.

Dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026), para pemukim Israel dilaporkan mengepung sejumlah rumah setelah pasokan air dan listrik diputus.

Kelompok hak asasi manusia menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk mengambil alih lebih banyak lahan Palestina.

Situasi itu semakin mempersempit wilayah yang selama ini menjadi bagian dari aspirasi Palestina untuk mendirikan negara sendiri.

"Saya kembali menyerukan diakhirinya kekerasan berulang terhadap penduduk sipil Palestina di Tepi Barat," kata Paus Leo dalam pernyataannya, tanpa merujuk pada konfrontasi atau serangan tertentu.

Paus juga mendesak masyarakat internasional mengambil langkah konkret untuk mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.

"Saya sangat meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan guna memajukan solusi dua negara, demi perdamaian yang adil dan abadi," ujarnya setelah memimpin doa siang di kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma.

Baca Juga: Militer Israel Kepung Tepi Barat, Jam Malam Diberlakukan

Vatikan Dukung Solusi Dua Negara

Vatikan telah lama mendukung pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Lebih dari 150 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengakui Palestina, dengan wilayah yang mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Sementara itu, pemerintahan koalisi sayap kanan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terus mengawasi pembangunan permukiman di Tepi Barat.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich sebelumnya menyatakan pembangunan permukiman tersebut bertujuan mengubur gagasan mengenai pembentukan negara Palestina.

Permukiman Israel Jadi Sorotan Internasional

Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat menjadi salah satu persoalan utama dalam konflik Israel-Palestina.

PBB dan sebagian besar pemerintah di dunia menganggap permukiman tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional yang berlaku terkait pendudukan militer.

Israel merebut Tepi Barat dalam perang 1967. Namun, pemerintah Israel menolak penyebutan wilayah tersebut sebagai wilayah yang diduduki dan menyebutnya sebagai wilayah yang statusnya masih disengketakan.

Seruan Paus Leo kembali menempatkan kondisi warga Palestina di Tepi Barat dan dorongan terhadap solusi dua negara sebagai perhatian utama komunitas internasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

HIGHLIGHT

x|close