Trump Berencana Kurangi Skala Latihan Militer AS-Korsel, Singgung Kim Jong Un

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengurangi skala latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan kedua negara dijadwalkan dimulai.

Trump menyebut keputusan itu berkaitan dengan upayanya mempertahankan hubungan baik dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia juga menyinggung kekecewaannya terhadap Seoul yang dinilai tidak memberikan dukungan kepada Washington dalam konflik dengan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap latihan militer bersama AS dan Korea Selatan. Menurutnya, latihan tersebut menghabiskan biaya besar dan dapat memicu ketegangan dengan Pyongyang.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah, sejak lama, setuju untuk berpartisipasi dalam Latihan Militer Bersama dengan Korea Selatan," tulis Trump.

"Latihan-latihan ini tidak hanya mahal, dengan sebagian besar biayanya ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama Donald J Trump menjabat sebagai Presiden, telah bersikap tidak mengancam dan penuh hormat," lanjutnya.

Baca Juga: Trump Ngaku Mau Jadi Presiden AS 3 Periode, Tapi Terbentur Konstitusi

Trump juga menyertakan foto dirinya bersama Kim Jong Un. Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya tetap dekat meskipun terdapat foto yang menunjukkan ekspresi keduanya terlihat kurang bersahabat.

"Meskipun dalam foto ini kami terlihat tidak ramah, ada banyak foto lain di mana kami tersenyum; Kim Jong Un dan saya sangat akur!" tegas Trump.

Selain menyoroti hubungannya dengan Kim, Trump mengungkapkan kekecewaan terhadap Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Menurut Trump, Seoul menolak permintaan Washington untuk ikut membantu upaya menghadapi Iran.

"Meskipun agak tidak terkait..., baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, 'Tidak, terima kasih!'" ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Trump, Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House mengatakan masih mengkaji pernyataan tersebut. Pemerintah Seoul sekaligus menegaskan komitmennya untuk mempertahankan postur pertahanan bersama.

"Pemerintah Korea Selatan berharap bahwa hubungan persahabatan antara para pemimpin Korea Utara dan AS akan mengarah pada pembicaraan yang bermakna antara kedua negara," tulis pernyataan resmi Blue House.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan latihan militer gabungan bertajuk Ulchi Freedom Shield tetap dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026 sesuai jadwal.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah skala dan intensitas latihan yang melibatkan sedikitnya 18 ribu personel Korea Selatan tersebut akan mengalami pengurangan secara mendadak setelah pernyataan Trump.

HIGHLIGHT

x|close