Ntvnews.id, Washington - Utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas kelanjutan rencana gencatan senjata di Jalur Gaza. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyepakati sejumlah langkah berikutnya, termasuk kemungkinan melanjutkan penerapan kesepakatan.
"Kami sepakat dengan Netanyahu mengenai langkah ke depan. Pihak Israel akan memberikan kesempatan. Kini giliran Hamas menunjukkan apakah mereka benar-benar berniat mematuhi kesepakatan," kata seorang pejabat Board of Peace yang dikutip The Jerusalem Post, Senin, 17 Agustus 2026.
Reuters melaporkan berdasarkan keterangan sejumlah sumber bahwa Kushner dan Netanyahu juga menyepakati perlucutan senjata Hamas harus dilakukan sebelum proses pembangunan kembali Gaza dimulai.
Selain itu, Netanyahu disebut menyetujui pembentukan kelompok kerja yang akan membahas perlucutan senjata dan demiliterisasi. Kelompok tersebut juga akan menangani persoalan kesehatan masyarakat di Gaza.
Baca Juga: Netanyahu Tolak 15 Poin Proposal Board of Peace Bentukan Amerika, Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza
Pertemuan antara Kushner dan Netanyahu berlangsung selama kurang lebih empat jam.
Sebelumnya, CNN melaporkan Kushner meminta Israel mendukung rencana gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. Ia juga meminta Israel tidak "menciptakan hambatan" dalam pelaksanaan rencana tersebut.
Namun, Netanyahu dilaporkan menganggap penerapan rencana itu "bermasalah". Salah satu alasannya karena Israel dijadwalkan menggelar pemilu pada akhir Oktober.
Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 Oktober 2025. Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.
Baca Juga: Netanyahu Tolak Rencana Board of Peace Gaza, Israel Tak Akan Tarik Pasukan
Gencatan senjata kemudian mulai berlaku di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel ditarik hingga garis yang dikenal sebagai Garis Kuning. Meski demikian, Israel tetap menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza.
Pada akhir Juli 2026, Board of Peace mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan untuk menjalankan tahap lanjutan dari kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Tahap lanjutan tersebut mencakup penyerahan kendali Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza. Selain itu, dibentuk badan khusus yang bertugas memantau dugaan pelanggaran yang dilakukan Hamas maupun Israel.
(Sumber: Antara)
Sebuah blok beton kuning saat pasukan Israel menempatkan blok beton kuning baru di persimpangan Sanfura, melanjutkan perluasan area yang dikenal sebagai 'Garis Kuning' meskipun sedang berlaku gencatan senjata di bagian barat Kota Gaza, Gaza, Palestin (Antara)