Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan imbauan tegas kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Iran untuk segera memulihkan proses dialog guna mencapai penyelesaian konflik secara damai.
Langkah ini diambil menyusul berakhirnya tenggat waktu perundingan selama 60 hari yang sebelumnya ditetapkan Presiden AS Donald Trump berdasarkan Kesepakatan Iran di Versailles pada 18 Juni lalu.
"[Guterres] mendesak Republik Islam Iran dan Amerika Serikat untuk melanjutkan negosiasi menuju penyelesaian damai dan berkelanjutan sesegera mungkin," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Senin (17/8).
Selain mendorong pemulihan meja perundingan, Guterres meminta kedua pihak untuk menahan diri dari retorika yang memprovokasi guna mencegah risiko terjadinya aksi militer susulan.
Baca juga: Gempa Kolombia: PBB Melaporkan Kerusakan Ribuan Rumah serta 24 Faskes
Ketegangan antar kedua negara kembali memuncak setelah Trump secara resmi menyatakan bahwa gencatan senjata yang sempat disepakati pada 18 Juni tidak lagi berlaku per 8 Juli.
Pasca pengumuman tersebut, serangkaian aksi militer mulai mengguncang kawasan:
Serangan Militer AS:Komando Pusat AS meluncurkan beberapa kali serangan ke wilayah Iran dengan dalih merespons tindakan Teheran yang dianggap mengganggu kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Balasan Pihak Iran: Teheran membalas serangan tersebut dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di wilayah Timur Tengah, seraya menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Kendati situasi memanas, pihak Washington dan Teheran sebenarnya tengah diusahakan duduk bersama melalui bantuan jajaran mediator dari negara-negara Timur Tengah. Upaya ini difokuskan untuk merumuskan syarat-syarat kesepakatan baru demi menyudahi bentrokan.
Meski demikian, proses diplomasi masih dipenuhi skeptisisme. Pada 9 Agustus, Trump sempat menyindir bahwa Washington menjalani proses negosiasi dengan Teheran secara setengah hati, sembari menyoroti kondisi perekonomian Iran yang diklaimnya makin memburuk.
Baca juga: Soroti Aksi Militer dan Penindasan Internal, Trump Desak Iran Bayar Ganti Rugi
(Sumber: Antara)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shaibani setelah pertemuan mereka sebagai bagian dari kunjungan resminya ke Damaskus, Suriah, pada 25 Juli 2026. ANTARA/Hişam Hac Ömer - Anadolu Agency /pri. (Antara)