Pramono Dorong Ulama-Habaib Jaga Kerukunan Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 12:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak para ulama dan habaib untuk terus berperan aktif menjaga kerukunan serta memperkuat toleransi di Ibu Kota. Peran tersebut dinilai kian penting seiring dengan transformasi Jakarta menuju kota global.

Pesan itu disampaikan Pramono saat menghadiri pelantikan sekitar 1.500 pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia mengapresiasi keberadaan FUHAB sebagai organisasi kemasyarakatan yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat Jakarta tetap sejuk dan harmonis.

"Saya ingin mengucapkan selamat karena bagaimanapun FUHAB ini adalah organisasi kemasyarakatan yang betul-betul pandangannya, cara berpikirnya itu membuat kesejukan kehidupan di masyarakat karena mereka betul-betul memegang teguh bahwa NKRI itu adalah harga mati," katanya.

1.500 Pengurus FUHAB Dilantik

Pelantikan tersebut melibatkan ulama dan habaib yang berasal dari berbagai wilayah Jakarta hingga kawasan aglomerasi. Pramono menilai luasnya jaringan FUHAB dapat menjadi kekuatan dalam membangun komunikasi sekaligus menjaga stabilitas sosial masyarakat.

Menurutnya, kepengurusan FUHAB tidak hanya mencakup wilayah Jakarta, tetapi juga melibatkan tokoh dari kawasan sekitar seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Pelantikan Forum Ulama Habaib Jakarta dan sekitarnya dihadiri kurang lebih 1.500 orang pengurus. Kalau di Jakarta ada 267 kelurahan, ada 44 kecamatan, dan tentunya dari Depok, Tangerang, Bekasi, dan sebagainya," ungkapnya.

Ia menegaskan, kontribusi ulama dan habaib bagi Jakarta tidak sebatas pada bidang keagamaan. Para tokoh agama juga memiliki posisi strategis dalam merawat persatuan, membangun toleransi, serta memberikan pembinaan kepada generasi muda.

"Peran ulama dan habaib sangat penting dalam membangun Jakarta. Bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membina generasi muda," ungkapnya.

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dibarengi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, kata dia, tidak akan cukup tanpa karakter serta kehidupan sosial masyarakat yang baik.

"Jakarta sedang bergerak menjadi kota global. Karena itu, kemajuan Jakarta tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diikuti kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial yang baik," tuturnya.

Pramono berharap FUHAB dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menghadirkan pembinaan yang menyejukkan. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di Jakarta.

"Saya berharap FUHAB bisa terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di Jakarta," katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan FUHAB maupun berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga Jakarta tetap menjadi kota yang aman, toleran, inklusif, sekaligus tetap menjunjung nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.

"Pemprov DKI siap memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Jakarta yang maju, aman, toleran, dan bermartabat, tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal," pungkas Pramono.

HIGHLIGHT

x|close