Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar Untuk Bantuan Pangan Korban Gempa NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 17:27
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) dalam jumpa pers usai melantik sejumlah pejabat eselon I dan eselon II lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan pejabat pimpinan tinggi pratama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) dalam jumpa pers usai melantik sejumlah pejabat eselon I dan eselon II lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan pejabat pimpinan tinggi pratama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan bantuan pangan senilai sekitar Rp100 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dialokasikan untuk penanganan bencana.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan telah dikirimkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa.

"Bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih (senilai) Rp100 miliar, ada beras," kata Amran setelah melantik sejumlah pejabat eselon I dan eselon II Kementerian Pertanian serta pejabat pimpinan tinggi pratama Bapanas di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Untuk sementara, bantuan yang dikirim berupa beras dari Perum Bulog. Pemerintah juga mempertimbangkan penyaluran kebutuhan pokok lainnya, termasuk minyak goreng.

Baca JugaGempa NTT: Polri Utamakan Keselamatan Warga

"Baru beras. Kemungkinan nanti minyak goreng tapi kami turun ke lapangan langsung," ujarnya.

Amran mengatakan dirinya bersama jajaran terkait akan turun langsung ke wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pangan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

Ia menegaskan anggaran sekitar Rp100 miliar tersebut bukan berasal dari donasi. Dana itu menggunakan anggaran negara yang telah disiapkan untuk penanganan bencana.

Menurut Amran, pemerintah mempercepat pengiriman bantuan karena kebutuhan pangan masyarakat terdampak harus segera dipenuhi. Urusan administrasi akan mengikuti setelah bantuan kemanusiaan diberikan.

Baca JugaPascagempa NTT, Kementerian PU Pastikan Jalur Trans Flores Sudah Bisa Dilalui

Amran juga mengungkapkan bahwa penguatan stok beras untuk wilayah NTT telah mencapai lima kali lipat. Di tingkat nasional, cadangan beras pemerintah berada di kisaran 5,2 juta ton dan disebut masih dalam kondisi aman.

Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga sambil mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa NTT.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan persediaan pangan di NTT masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.

Stok beras di wilayah NTT berada pada kisaran 35 ribu hingga 37 ribu ton. Persediaan tersebut dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

"Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," kata Rizal setelah menghadiri Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Bulog juga menyiapkan persediaan beras di sejumlah wilayah NTT. Distribusi tersebut dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama penanganan bencana berlangsung.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close