BNPB Ungkap Jembatan Terdampak Gempa Flores Sudah Beroperasi Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 19:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara menunjukkan kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8) menyebabkan 159 bangunan rusak berat, 49 bangunan rusak sedang, dan 38 bangunan rusak ringan hingga Minggu (16/8) sore, meliputi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Foto udara menunjukkan kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8) menyebabkan 159 bangunan rusak berat, 49 bangunan rusak sedang, dan 38 bangunan rusak ringan hingga Minggu (16/8) sore, meliputi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa mayoritas titik pemblokiran akibat tanah longsor, kerusakan struktur jalan, hingga fasilitas jembatan yang sempat lumpuh pascadiguncang gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini telah selesai ditangani dan beroperasi normal kembali.

Perkembangan signifikan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers digital Update Penanganan Pasca Gempabumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur-18 Agustus 2026 melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa sore, 18 Agustus 2026.

Berton memaparkan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah bergerak cepat membereskan berbagai gangguan teknis di sepanjang koridor jalan nasional. Dari total 33 titik tanah longsor yang teridentifikasi memutus akses, sebanyak 32 titik berhasil dibersihkan dan dipulihkan fungsinya. Langkah perbaikan darurat juga telah merampungkan penanganan pada 4 titik patahan badan jalan.
 

Kabar baik turut datang dari jalur vital penghubung lintas wilayah. Ruas jalan nasional yang menghubungkan Wolowaru menuju Maumere kini sudah steril dari timbunan material longsoran sehingga aman untuk dilintasi kendaraan pengangkut bantuan maupun moda transportasi warga.

Tidak hanya sektor jalan raya, percepatan penanganan juga menyasar 4 unit jembatan yang sebelumnya dilaporkan mengalami pemisahan struktur. Salah satu infrastruktur krusial yang sukses dipulihkan yakni Jembatan Wae Pesi di jalur strategis Ruteng - Kedindi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Kerusakan pada celah expansion joint jembatan tersebut telah berhasil ditutup dan diperbaiki sepenuhnya.

Guna memastikan kestabilan jalur logistik dan mengantisipasi bahaya susulan, BNPB menyiagakan serta memobilisasi alat berat di berbagai titik rawan, meliputi 7 unit excavator dan 4 unit loader.


Sementara itu untuk penanganan pasokan air dan pengamanan infrastruktur keairan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II langsung menerjunkan tim koordinasi guna melakukan asesmen kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan terdampak.
 
BBWS Nusa Tenggara II juga mengerahkan armada alat berat sebanyak 13 unit excavator yang tersebar di beberapa titik kritis, yakni 3 unit di Kabupaten Sikka, 8 unit di area proyek Bendungan Mbay, 1 unit di Kabupaten Manggarai Barat, serta 1 unit di Nangaroro. Dukungan teknis diperkuat dengan menyiagakan 1 unit drilling rig dan 2 unit truck crane di pangkalan kerja SNVT Air Tanah dan Air Baku Flores.
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close